Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan pemerintah tidak berencana memberlakukan moratorium ekspor kelapa menjelang Ramadan dan Idul Fitri. Kebijakan ini diambil agar petani tetap bisa menikmati tren harga kelapa yang tengah membaik.
Budi menyebutkan, perbedaan harga kelapa di pasar domestik dan global memang terjadi. Meski demikian, pemerintah memilih tidak membatasi ekspor karena hal tersebut dinilai masih menguntungkan petani dan pelaku usaha.
“Tidak ada rencana moratorium. Saat ini petani sedang menikmati harga kelapa yang bagus. Dulu kondisinya berbeda, harga kelapa sempat sangat rendah,” ujar Budi di Jakarta Pusat, dikutip Rabu (4/2/2026).
Baca Juga : AKBP Dr. Wira Prayatna Jabat Kapolres Padangsidimpuan Gantikan AKBP Dudung Setyawan
Data Info Pangan Jakarta mencatat harga kelapa bulat di sejumlah pasar ibu kota mencapai Rp14.987 per butir, naik Rp120 dibandingkan hari sebelumnya.
Selain faktor harga, Budi juga menyoroti mulai masuknya investor asing ke sektor kelapa nasional. Para investor tersebut tertarik mengembangkan industri hilir, seperti pengolahan santan dan produk turunan kelapa lainnya.
Menurut Budi, langkah investor asing ini menandakan perubahan pola bisnis. Jika sebelumnya hanya mengandalkan ekspor bahan mentah, kini mereka memilih mendekat langsung ke sumber bahan baku di Indonesia.
Baca Juga : Serangan Pemberontak di Kongo Tewaskan 773 Orang dan 2.880 Luka
“Artinya mereka sudah mendekat ke bahan baku. Mudah-mudahan ini berdampak positif bagi pengembangan industri kelapa ke depan,” pungkasnya.
(Dra/nusantaraterkini.co).
