Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi IX DPR Emanuel Melkiades Laka Lena menyebut perundungan dalam program pendidikan dokter spesialis (PPDS) membutuhkan penanganan yang komprehensif. Cara-cara konkret harus dilakukan milai dari kampus hingga rumah sakit (RS).
"Strategi yang penting adalah bagaimana mencari penyelesaian komprehensif dan menyeluruh untuk mencegah agar perundungan tidak lagi terjadi, mulai dari sekolahnya di kampus, kemudian di tempat kerjanya, rumah sakit (RS), baik itu RS pemerintah di pusat atau di suasana yang lain," katanya, Kamis (5/9/2024).
Baca Juga : Dugaan Kejanggalan Putusan Banding Kasus Perundungan Penabur, Kemendikdasmen Turun Tangan
Dia menegaskan orang tua juga mesti berperan penting dalam mencegah perundungan PPDS, termasuk berani melaporkan ke kanal-kanal pengaduan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) apabila anaknya mengalami perundungan.
Baca Juga : Komisi X Dorong Bahasa Isyarat Masuk Kurikulum Usai Viral Perundungan Penyandang Tunarungu
"Ini kok orang tua juga menurut saya kenapa tidak memberitahu. Jadi maksudnya semua ekosistem dalam peristiwa ini masih harus berbenah dan kita cari penyelesaian yang lebih jangka panjang agar permasalahan ini semua bisa beres," ujar dia.
Di samping dari itu, Melki menegaskan perlu ada efek jera pada semua pelaku perundungan.
Baca Juga : Kemenkes Didesak Perbaiki Amburadulnya Tata Kelola Sistem Kedokteran
"Perlu ditindak tegas dan diproses hukum dengan setegas-tegasnya," terang Waketum Partai Golkar ini.
Baca Juga : Ini Tampang Dokter PPDS UI yang Intip dan Rekam Wanita di Kamar Mandi
Legislator dari NTT ini juga menekankan pentingnya menciptakan ekosistem di dunia PPDS yang sehat agar para mahasiswa kedokteran dapat sekolah dengan baik.
"Kita punya pengalaman di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) atau sekolah kedinasan yang lain, ada kekerasan atau bullying semacamnya dan itu bisa beres," ucapnya.
Baca Juga : RSUD Pirngadi Medan Bakal Terima Sejumlah Alat Medis Canggih dari Kemenkes
Menurut dia, dosen-dosen senior tidak boleh mengabaikan apabila memang terbukti terjadi perundungan.
Baca Juga : RS Adam Malik Siagakan 5 Dokter Spesialis di IGD 24 Jam Selama Libur Nataru 2026
"Mungkin ada pembiaran selama ini, juga dari pihak kampus, kemudian dokter-dokter PPDS itu sendiri anak-anak muda ini, sehingga sekali lagi saya tekankan pentingnya penanganan komprehensif," tandasnya.
(cw1/Nusantaraterkini.co)
