Kemenkes Didesak Perbaiki Amburadulnya Tata Kelola Sistem Kedokteran
Anggota Komisi IX DPR Irma Suryani Chaniago menyampaikan keprihatinan atas kasus-kasus kekerasan seksual dan kriminalitas yang melibatkan peserta
nusantaraterkini.co, JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR Irma Suryani Chaniago menyampaikan keprihatinan atas kasus-kasus kekerasan seksual dan kriminalitas yang melibatkan peserta program PPDS.
Politikus Partai Nasdem itu mendesak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk tidak ragu bertindak tegas dalam menangani permasalahan ini.
“Sejauh mana Kemenkes melakukan atau tindakan dari tindakan tersebut? Ini harus dibenahi agar bapak dengan tegas melakukan tindakan, tidak usah ragu-ragu, saya yakin Komisi IX pasti dukung. Untuk menata ulang sistem kedokteran kita yang sekarang ini amburadul, perbaiki saja,” kata Irma Suryani, Rabu (30/4/2025).
Irma Suryani yang juga politikus NasDem ini menyoroti ketidakjelasan tindak lanjut penyelesaian berbagai kasus tersebut.
“Bagaimana kasus penyelesaian yang diperkosa, bukan hanya yang meninggal. Tadi bapak tidak menjelaskan kasusnya sudah sejauh mana? Perjalanan penyelesaiannya. Kemudian yang ketiga yang pelecehan seksual yang obgyn. Bagaimana Kemenkes menangani kasusnya?” ujar legislator dapil Sumsel II ini.
Sebagai informasi, beberapa waktu lalu terkuak kasus yang mencoreng nama dokter di muka publik. Misalnya Priguna Anugerah Pratama, dokter yang sedang menjalani PPDS Unpad di RSHS Bandung. Dia memperkosa korban (21) yang merupakan keluarga dari pasien dengan cara membius.
Modus Priguna memperkosa adalah dengan meminta korban untuk mendonorkan darah untuk ayahnya yang kritis. Tindakan pemerkosaan itu terjadi pada 18 Januari lalu.
Terbaru, korban dari Priguna telah bertambah menjadi dua orang, berusia 21 dan 31 tahun. Keduanya saat kejadian tengah menjalani perawatan di RSHS Bandung. Modus yang dilakukan sama, dengan cara membius korban.
Selain itu, ada juga dokter kandungan berinisial MSF menjadi sorotan publik setelah diduga melakukan pelecehan seksual terhadap pasien saat pemeriksaan ultrasonografi (USG) di salah satu klinik di Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Aksi tidak pantas dokter MSF itu terekam kamera pengawas di ruang praktik dan videonya viral di media sosial. Rekaman tersebut menunjukkan dugaan tindakan pelecehan terhadap pasien perempuan yang sedang menjalani pemeriksaan USG.
(cw1/nusantaraterkini.co).
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
HUKUM DAN KRIMINALDemi Sabu dan Judi Online, Pria Pengangguran Nekat Todong Penghuni Indekos
Rozie Winata·36 menit yang lalu -
SUMSELProgram Minggu Kasih, Kapolda Sumsel Serap Aspirasi Jemaat Gereja HKBP dan Serahkan Sarana Kontak Pengaduan
Rozie Winata·45 menit yang lalu -
SUMSELLRT Sumsel Sedot APBN Rp300 Miliar per Tahun, Gubernur Sebut ‘Wajar’
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
INTERNASIONALDarurat Kemanusiaan, 70.000 Tenda Pengungsi di Gaza Terendam Banjir Ekstrem
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
SUMUTKA Sribilah Utama Berhenti di Stasiun Lima Puluh dan Perbaungan Mulai 1 Desember 2026
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
SUMSELIntegrasi Pelabuhan Tanjung Carat dan Boom Baru Jangan Saling Mematikan
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
PERISTIWAHelikopter Water Bombing BNPB Jatuh di Sungai Barito, Seluruh Kru Selamat
Rozie Winata·4 jam yang lalu -
OLAHRAGAManchester City Telan Tiga Kekalahan Beruntun, Enzo Maresca Siapkan Evaluasi Menyeluruh
Rozie Winata·4 jam yang lalu -
-
INTERNASIONALPresiden Israel Tunjuk Saingan Netanyahu Bentuk Pemerintahan Baru
Herman Saleh Harahap·5 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan