Nusantaraterkini.co, Jakarta - Pada awal perdagangan pekan ini. Senin (9/12/2024) pukul 9.23 WIB kurs rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berada di Rp 15.856 per dolar AS di pasar spot.
BACA: Harga Emas Antam Melorot Rp5.000 Dibanderol Rp1.503.000 Per Gram di Perdagangan Senin (9/12/2024)
Kurs rupiah melemah tipis 0,07% ketimbang posisi akhir pekan lalu di Rp 15.845 per dolar AS.
Baca Juga : IHSG Masih Tertekan Sentimen MSCI, Simak Strategi dan Rekomendasi Saham Senin 2 Februari 2026
Kurs rupiah dan mata uang emerging markets masih berpotensi tertekan karena konflik panas di Timur Tengah menyusul kejatuhan rezim Suriah.
BACA: Daftar Harga Emas Antam, UBS dan GALERI 24 di Pegadaian Hari Ini Senin, 9 Desember 2024
Selain itu, para pelaku pasar menanti arah kebijakan Federal Reserve di bulan terakhir 2024.
Baca Juga : Dolar AS Bangkit Usai Terseret, Pasar Bereaksi atas Penunjukan Kevin Warsh
"Perekonomian AS, pasar tenaga kerja, tidak ada satu pun yang benar-benar mengalami pendinginan yang signifikan," kata Juan Perez, direktur perdagangan di Monex USA seperti dikutip Bloomberg.
Dia menambahkan bahwa setelah memangkas suku bunga 25 basis points pada bulan ini.
Baca Juga : Rupiah Menguat Tipis di Awal Perdagangan, Pasar Cermati Arah Suku Bunga dan Sentimen Global
The Fed kemungkinan sulit untuk merasa perlu memberikan stimulus yang besar di tahun 2025.
Di Asia, rupiah melemah bersama sejumlah mata uang seperti won Korea, peso Filipina, dolar Taiwan, ringgit Malaysia, dan yuan China.
BACA: Harga Emas Antam Stagnan Dibanderol di Level Rp1.508.000 Per Gram di Perdagangan Minggu (8/12/2024)
Baca Juga : Rupiah Dibuka Melemah, Sentuh Rp16.871 per Dolar AS
Sementara baht Thailand, dolar Singapura, yen Jepang, dan dolar Hong Kong menguat terhadap the greenback.
Di sisi lain, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia turun tipis ke 106,04 dari posisi kemarin di 106,05.
