Nusantaraterkini.co, Jakarta - Pada akhir perdagangan hari ini. Kamis (5/12/024) Kurs rupiah di pasar spot mampu mempertahankan penguatan ditutup di level Rp 15.862 per dolar Amerika Serikat (AS).
BACA: IHSG Terkoreksi Setelah Dua Hari Mencatat Reli Tinggi Terpangkas 23,45 Poin ke Level 7.313,31
Ternyata, hal ini membuat kur rupiah menguat 0,47% dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya di level Rp 15.937 per dolar AS.
Baca Juga : IHSG Masih Tertekan Sentimen MSCI, Simak Strategi dan Rekomendasi Saham Senin 2 Februari 2026
Diperdagangan hingga pukul 15.00 WIB pergerakan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang di Asia.
Di sisi lain Peso Filipina menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah ditutup melonjak 0,65%.
Baca Juga : Dolar AS Bangkit Usai Terseret, Pasar Bereaksi atas Penunjukan Kevin Warsh
Kemudian, ringgit Malaysia yang melesat 0,58% dan yen Jepang terkerek 0,57%. Disusul, baht Thailand yang terangkat 0,4%.
BACA: Analis Pasar: IHSG Bakal Naik ke Arah Technical Rebound Saja, Pergerakan di Sekitar 7.230-7.360
Berikutnya, dolar Singapura terapresiasi 0,29%. Lalu ada dolar Taiwan yang ditutup menanjak 0,09% dan rupee India yang naik 0,018%.
Baca Juga : Rupiah Lanjutkan Tren Penguatan, Dolar AS Tertekan di Level Rp16.760
Kemudian, dolar Hongkong terlihat menguat tipis 0,015% terhadap the greenback pada sore ini.
BACA: IHSG Dibuka Menguat 6,06 Poin ke Level 7.331,82 di Awal Perdagangan Kamis (5/12/2024)
Sementara itu, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah ditutup koreksi 0,08%.
Baca Juga : Rupiah Menguat di Awal Pekan, Dolar AS Tertekan ke Rp16.770
Diikuti, yuan China yang terlihat melemah tipis 0,04% pada perdagangan hari ini.
(nusantaraterkini.co/win)
