Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

KPK Sita Motor Royal Enfield Ridwan Kamil

Penyidik KPK sita dan sudah membawa motor Royal Enfield dari rumah mantan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil.

Bagikan:
Royal Enfield Classic 500 Battle Green milik Ridwan Kamil. (Foto: Instagram/ @ridwankamil)
Royal Enfield Classic 500 Battle Green milik Ridwan Kamil. (Foto: Instagram/ @ridwankamil)
A A

nusantaraterkini.co, JAKARTA - Penyidik dari rumah ()

Motor itu disita karena diduga terkait dengan kasus dugaan penempatan dana iklan Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten ().

"Untuk Motor RK masih diamankan penyidik di wilayah hukum Polda . Belum ke Rupbasan," kata juru bicara Tessa Mahardhika dalam keterangannya kepada wartawan, dikutip kumparan, Senin (21/4/2025).

Meski disita, motor tersebut sempat masih dititipkan di untuk dipinjampakaikan. Namun, kini motor sudah dibawa penyidik. Kendati demikian, lokasi motor itu ditempatkan masih dirahasiakan KPK.

"Sudah digeser ke lokasi aman oleh penyidik yang tempatnya belum bisa disampaikan saat ini. Yang pasti masih di daerah Bandung," ucap Tessa.

Kasus ini terkait dengan dugaan penempatan iklan di media pada 2021–2023. Pada kurun waktu itu, BJB merealisasikan belanja beban promosi umum dan produk bank yang dikelola divisi corsec. Nilainya kurang lebih sebesar Rp 409 miliar.

Anggaran itu dipakai sebagai biaya penayangan iklan di media, baik TV, cetak, maupun online. Bekerja sama dengan enam agensi.

Sebanyak enam agensi tersebut yakni, PT Antedja Muliatama, PT Cakrawala Kreasi Mandiri, PT Wahana Semesta Bandung Ekspress, PT Cipta Karya Mandiri Bersama, PT Cipta Karya Sukses Bersama, dan PT BSC Advertising.

KPK menemukan bahwa ada selisih pengeluaran uang BJB untuk agensi dengan uang dari agensi kepada media. Ada ketidaksesuaian pembayaran.

Dari anggaran Rp 409 miliar itu, hanya sekitar Rp 100 miliar yang benar-benar digunakan untuk iklan.

Terdapat selisih Rp 222 miliar yang kemudian fiktif. Dana tersebut diduga kemudian digunakan pihak BJB untuk memenuhi kebutuhan dana non-bujeter. Namun, KPK belum menjelaskan lebih lanjut mengenai dana tersebut.

Dalam kasus ini, KPK telah menjerat lima orang sebagai tersangka. Mereka adalah:

Dalam penyidikan kasus ini, KPK juga telah melakukan penggeledahan selama tiga hari di 12 lokasi terkait perkara tersebut. Penggeledahan itu berlangsung sejak Senin (10/3/2025) hingga Rabu (12/3/2025) lalu.

Rumah Ridwan Kamil menjadi lokasi pertama yang digeledah penyidik.

Terkait penggeledahan, RK mengaku kooperatif dan akan mendukung KPK dalam kasus tersebut. Sementara pihak BJB belum berkomentar mengenai penyidikan KPK tersebut.

(Dra/nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait