Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Korban Curanmor Malah Disuruh Pulang saat Buat Laporan: Kapolda Harus Evaluasi Jajarannya

Korban curanmor malah disuruh pulang saat hendak membuat laporan ke Polsek Percutseituan.

Ilustrasi curanmor
Ilustrasi curanmor
A A

NUSANTARATERKINI.CO, DELISERDANG - Indah, guru honorer terpaksa kehilangan sepeda motor yang menjadi satu-satunya alat transportasinya bekerja.

Ia kehilangan sepeda motornya yang baru saja diparkirnya di depan rumahnya di Jalan Makmur, Pasar VII Tembung, Rabu (13/3/2023).

Aksi pencurian sepeda motor di kawasan Percutseituan kian marak dan tak mampu diberantas pihak kepolisian.

Malangnya lagi, Indah yang melaporkan kejadian itu ke malah disuruh kembali sama pihak kepolisian.

"Kalau kejadian pencurian sepeda motor saya itu siang tadi. Padahal sepeda motor itu diparkir di depan rumah saya, dan ada anak saya. Saya saat itu ke kamar mandi sebentar, tiba-tiba pelaku masuk, anak saya yang SD diancam jadi dia lari ke dalam ketakutan. Sementara sepeda motor raib dibawa pelaku," ucapnya.

Tak cuma kehilangan sepeda motor, kekecewaan Indah pun bertambah saat dirinya membuat laporan di .

Dalam keadaan berpuasa, ia menunggu berjam-jam, namun sayangnya justru disuruh kembali dengan.

"Awalnya saya disuruh fotocopy BPKB. Setelah itu saya disuruh nunggu. Sementara petugas di situ main HP. Saya

Hampir 2 jam menunggu, eh tiba-tiba disuruh pulang," ungkapnya.

"Sudah sepeda motor hilang, ini melapor sudah berjam-jam malah disuruh pulang. Apa memang seperti ini pelayanan di Kepolisian. Saya berharap Kapolda Sumut bisa mencopot petugas-petugas yang gak bisa kerja. Buat apa diadakan ruang Pelayanan SPKT, kalau masyarakat buat laporan malah disuruh pulang," beber Indah.

Pelayanan Polsek Percutseituan kian buruk dirasakan masyarakat. Tak hanya Indah yang mengalami buruknya pelayanan Polsek Percutseituan.

Sebelumnya, Anto yang korban Begal di Kawasan Citra Land, juga tak kunjung selesai membuat laporan. 

Hingga sampai saat ini laporan tidak dibuat, lantaran korban muak dengan pelayanan Polsek Percutseituan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Polsek Percutseituan terkait pelayanan yang buruk.

(*/nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait