Komisi IX DPR Ungkap Penyebab Alkes dan Obat Mahal karena Proses Distribusi Panjang
Rahmad Handoyo mengungkapkan salah satu faktor penyebab alkes dan obat-obatan di Indonesia mahal adalah proses distribusi yang panjang.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR Rahmad Handoyo mengungkapkan salah satu faktor penyebab alkes dan obat-obatan di Indonesia mahal adalah proses distribusi yang panjang.
Hal ini disampaikannya merespon Presiden Jokowi yang menginginkan harga alat kesehatan (alkes) dan obat-obatan di Indonesia bisa setara dengan di luar negeri.
"Saya kira salah satu yang disampaikan oleh Pak Menkes kenapa tinggi karena salah satunya strategi distribusi yang panjang, tata kelola obat yang sampai kepada pemakai yang sangat panjang sehingga itu harus diselesaikan," katanya, Rabu (3/7/2024).
Ia menilai pemerintah perlu membuat aturan soal keuntungan yang diberikan oleh produsen kepada distributor alkes dan obat. Menurutnya dengan adanya pengendalian harga maka alkes dan obat yang dijual bisa lebih murah.
"Nah kemudian kedua, saya kira perlu ada pengendalian harga obat farmasi atau pengendalian farmasi dengan diatur berapa keuntungan yang harus diberikan oleh produsen kepada distribusi, sampai kepada penerima, pemakai yang menjual terakhir. Sehingga dengan ditentukan harga-harga berapa persentase keuntungan yang diberikan, saya kira satu langkah yang bisa menjadi solusi pengendalian harga," ujarnya.
"Saya kira harus ada referensi obat sejenis di negara lain, ini menjadi langkah yang positif saya kira karena aturan kebijakan ini saya kira sudah dilakukan negara-negara lain baik menggunakan aturan mark-up atau aturan ke pembagian keuntungan, kemudian pengendalian harga dengan melihat referensi dari harga eksternal dari negara tetangga maupun negara lain sehingga ketika terjadi perbedaan yang signifikan tentu pemerintah mengambil langkah langkah terhadap produsen itu menjadi salah satu solusi," pungkasnya.
Sebelumnya, Presiden Jokowi ingin harga alat kesehatan dan obat-obatan di Tanah Air setara dengan negara tetangga.
"(Pak Jokowi) ingin agar alat kesehatan dan obat-obatan itu bisa sama dengan negara-negara tetangga. Kan kita alat kesehatan dan obat-obat itu mahal," ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.
(cw1/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
EKONOMIAwal Pekan Loyo, Harga Emas Antam Jatuh ke Rp2.597.000 Per Gram
Rozie Winata·43 menit yang lalu -
POLITIKTolak Wacana Diusung 2 Fraksi di Pilpres 2029, Fernando Emas: Jangan Akali Aturan
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
EKONOMIRupiah Dibuka Melemah ke Rp17.920 per Dolar AS, Pasar Cermati Data Inflasi
hendra·1 jam yang lalu -
NASIONALASN Meninggal Saat Latsarmil Komcad, TB Hasanuddin Desak Evaluasi Total SOP Kemenhan
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
RELIGIRibuan Warga Palembang Padati Tabligh Akbar dan Maulid Nabi Bersama UAS di Kambang Iwak
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
EKONOMIIHSG Diprediksi Melemah Hari Ini, Analis Ungkap Saham yang Layak Dicermati
hendra·2 jam yang lalu -
KRIMINALPolres Padangsidimpuan Gagalkan Penyelundupan 10 Kg Ganja, Satu Pelaku Diringkus
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
SEPAKBOLAJohn Herdman Sebut Skuad Garuda Belum Turun dengan Kekuatan Penuh
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
EKONOMIMichael Saylor Peringatkan Sistem Keuangan AS Harus Dibangun Ulang untuk Era AI
Rozie Winata·4 jam yang lalu -
INTERNASIONALKlaim Miliki Kendali Penuh, Trump Tolak Usulan Bersyarat Iran Terkait Pembukaan Kembali Selat Hormuz
Rozie Winata·5 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan