Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Klarifikasi Mabes Polri Terkait Pernyataan Kapolri Soal Pemimpin Berkelanjutan

Editor:  Annisa
Reporter: Shakira
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!

Mabes Polri klarifikasi pernyataan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terkait sosok pemimpin tidak merujuk kepada pasangan capres-cawapres mana pun.

Nusantaraterkini.co - Karo Penmas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan, pernyataan Kapolri dalam acara perayaan dan ibadah Natal 2023 tidak dikutip secara utuh.

Lebih lanjut, ia menjelaskan dalam acara tersebut Kapolri meminta seluruh jajarannya untuk tetap menjaga persatuan dalam keberagaman. 

Trunoyudo menyebut Kapolri juga turut menitipkan pesan kepada sejumlah tokoh agama untuk menjadi cooling system saat Pemilu 2024.

"Bisa kita lihat seluruhnya secara lengkap video tersebut, di mana pesan-pesan bapak Kapolri terkait dengan kesatuan dan persatuan dalam keberagaman," katanya kepada wartawan, Jumat (12/1).

Baca Juga : DPR Resmi Sahkan 8 Rekomendasi Percepatan Reformasi Polri

Ihwal menjelaskan hal tersebut bukan hanya berkaitan dengan sosok Presiden Joko Widodo semata, ungkapnya terkait Kapolri soal pemimpin berkelanjutan.

Yang dimaksud Kapolri adalah keberlanjutan sejak Presiden ke-1 Soekarno hingga Presiden ke-7 RI Joko Widodo, lanjutnya.

"Untuk mewujudkan pembangunan di Indonesia, ya, tentunya yang selalu berkelanjutan dari satu pemimpin kepada pemimpin lainnya," imbuhnya.

Trunoyudo menegaskan, pihaknya telah berkomitmen untuk mewujudkan penyelenggaraan Pemilu 2024 secara aman dan damai dalam rangka menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Selain itu, kata dia, Kapolri juga telah mengeluarkan instruksi kepada seluruh jajaran Korps Bhayangkara agar dapat bersikap netral dalam proses Pemilu 2024.

"Kapolri telah menginstruksikan kepada seluruh jajaran Polri untuk berkomitmen bahwasanya Polri netral sebagaimana amanah pada UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Polri pada pasal 28 ayat 1 dan 2," pungkasnya.

(Ann/Nusantaraterkini.co)

Baca Juga : Kapolri Tegas Tolak Wacana Polri di Bawah Kementerian