Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) buka suara terkait demonstrasi yang terus-menerus berlangsung beberapa hari terakhir di sebagian besar wilayah di Indonesia, bahkan sudah menelan korban jiwa.
Baca Juga : Demo di Makassar Ricuh: Gedung DPRD Dibakar, 3 ASN Tewas, Belasan Luka-Luka
Ketua MUI KH Anwar Iskandar mengajak masyarakat menahan diri dan tidak terpancing informasi provokatif yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa.
"Mari kita jaga diri, jangan mudah terprovokasi. Kita harus tetap menjaga persatuan dan tidak terjebak dalam isu yang bisa memecah belah bangsa,” ujar KH Anwar Iskandar dalam keterangan kepada awak media di Jakarta.
KH Anwar Iskandar meyebut persoalan nasional seperti polemik gaji DPR, upah buruh, dan isu-isu lainnya perlu disikapi dengan kepala dingin serta mengedepankan dialog. Bukan dengan tindakan yang menimbulkan kerugian atau korban jiwa.
Katanya lagi, Indonesia membutuhkan suasana kondusif agar pembangunan dan kehidupan sosial dapat berjalan dengan baik. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kedamaian.
“Perbedaan pendapat itu wajar, tapi jangan sampai mengorbankan nyawa atau merusak persaudaraan kita sebagai bangsa,” harapnya, Sabtu (30/8/2025).
Baca Juga : Pos Polisi Dibakar, Gelombang Unjuk Rasa di Medan Membara
Pesan senada juga disampaikan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftachul Akhyar.
KH Miftachul Akhyar meminta semua pihak senantiasa bersikap sabar, bijaksana, dan mengedepankan dialog dalam menangani aksi demonstrasi.
"Kami minta semua elemen masyarakat untuk senantiasa sabar dan menahan diri, agar tidak terjadi benturan yang dapat merugikan semua pihak,” ungkapnya.
Rais Aam juga mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk tidak bertindak anarkis dan menghindari provokasi yang dapat memperkeruh keadaan.
Menurutnya tragedi ini harus dijadikan pelajaran bersama agar kejadian serupa tidak terulang.
(fer/nusantaraterkini.co)
