Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Ketika Dugaan Kasus Pungli Kadis PMD Tapteng Muncul di Era Pemerintahan Masinton Pasaribu

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Junaidin Zai
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Dugaan sogokan pihak Dinas PMD Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), kepada sejumlah wartawan yang hendak melakukan peliputan di Kantor Dinas PMD. (Foto: dok Istimewa)

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Dugaan kasus pungutan liar atau Pungli, di lingkungan pemerintahan Bupati Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Masinton Pasaribu, muncul usai pengakuan dari seorang Kepala Desa Bottot, Kecamatan Sorkam, Dedy Azhari Silitonga, yang sekarang telah dinonaktifkan.

Berawal dari perilaku Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Tapteng, berinisial ZS, yang memintanya untuk mengirimkan uang sebesar Rp1 juta ke nomor rekening seseorang bernama Suci.

Tidak berhenti disitu, kata Dedy, ia telah mengirimkan separuh dari total uang yang diduga diminta oleh ZS. Setelah uang tersebut dikirimkannya, Dedy menerima surat pemecatan.

Baca Juga : Kadis PMD Diduga Minta Uang Rp 1 Juta ke Kades di Tapteng: Dikirim Setengah Malah Dipecat

Hal tersebut dibenarkan oleh Dedy kepada Nusantaraterkini.co saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp. Ia mengatakan, seluruh penjelasannya terkait kondisi itu telah ia sampaikan pada forum terbuka.

“Saya sudah menyampaikan dihadapan forum resmi dan terbuka, artinya itulah apa adanya,” ucapnya saat dihubungi, Rabu (30/7/2025) malam.

Pengakuan Dedy, terekam dan tersebar luas di sosial media Facebook.

“Kepala Desa Bottot nonaktif, Dedy Azhari Silitonga, mengungkapkan bahwa Kadis PMD meminta ditransfer uang sebesar Rp1 juta ke rekening atas nama Suci,” demikian narasi yang disertakan dalam video.

Baca Juga : Kadis PMD Tapteng Bungkam, Blokir Kontak Wartawan Usai Dugaan Pungli Terkuak

Lebih lanjut, ZS belum memberikan klarifikasi terkait kasus dugaan pungli ini. Beberapa wartawan mengaku jika sang Kadis langsung memutus kontak atau memblokir nomor wartawan saat hendak melakukan konfirmasi.

“Awalnya hanya tidak dibalas. Tapi setelah kami kirim pertanyaan lanjutan, nomor langsung tak bisa dihubungi,” ujar seorang wartawan media lokal, Jumat (1/8/2025).

Terbaru, ZS juga diduga menyogok sejumlah wartawan ketika mendatangi Kantor Dinas PMD Tapteng.

Ketua Ikatan Jurnalis Ono Niha (IJON) Kabupaten Tapteng, Jasman Julius Mendrofa, mengatakan jika kejadian itu terjadi saat sejumlah wartawan hendak mengonfirmasi kasus dugaan Pungli tersebut, pada Jumat (8/8/2025) lalu.

Bukan Kadis yang menjumpai mereka, lanjut Jasman, melainkan seorang pria bernama Nainggolan. Pria tersebut mengaku diperintah oleh Kadis PMD untuk memberikan sebuah amplop kepada wartawan di lokasi.

“Pria itu mengaku suruhan Kadis PMD. Kata si Nainggolan itu, sudah biasa jika wartawan datang ke kantor PMD maka disiapkan amplop,” ucap Jasman saat dihubungi, Senin (11/8/2025).

Berdasarkan video yang diterima, pria yang mengaku suruhan ZS tampak membawa sejumlah amplop berwarna putih. Ia mendatangi para wartawan dan langsung menyodorkan amplop itu.

Baca Juga : Gawat! Bocor Cerita Pungli Rekomendasi Pembuatan Buku Nikah di Kelurahan Budi Luhur Tapteng

“Amplop itu berisi sejumlah uang. Saat itu para wartawan hanya ingin mengonfirmasi kasus dugaan pungli,” kata Jasman.

Setelah itu, kata Jasman, mereka menolak upaya tersebut dan pergi meninggalkan lokasi.

Hingga berita ini dimuat, ZS yang telah dihubungi belum memberikan tanggapan. Sementara itu, Nusantaraterkini.co masih berupaya untuk mengonfirmasi Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu, atas kasus dugaan pungli yang diduga lestari di era kekuasaannya.

(Cw7/Nusantaraterkini.co)