Kemnaker Siapkan Pelatihan Vokasi Terintegrasi Industri KEK
Kemnaker menyiapkan pelatihan vokasi empat bulan di KEK yang terintegrasi dengan industri untuk meningkatkan kompetensi dan penyerapan tenaga kerja.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi menyiapkan model pelatihan vokasi empat bulan yang terintegrasi penuh dengan kebutuhan industri di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Pelatihan ini Langkah dirancang untuk membekali tenaga kerja nasional dengan kompetensi spesifik yang siap pakai, mulai dari tahap pemetaan kebutuhan hingga fasilitasi penempatan kerja secara langsung.
Skema baru ini dipaparkan langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KEK Triwulan III Tahun 2026 yang berlangsung di Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Menaker Yassierli mengatakan, paradigma pelatihan vokasi nasional saat ini berfokus penuh pada kualitas penguasaan kompetensi riil yang dibutuhkan dunia industri, bukan lagi sekadar mengejar target kuantitas peserta pelatihan.
"KEK ini akan menjadi satu ekosistem yang tidak hanya di industri, tetapi juga ada institusi pendidikan yang mendukung, kemudian pelatihan vokasi, para peserta yang mengikuti program magang, nanti juga akan ada startup, UMKM, dan lainnya," ujar Menaker Yassierli di Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Guna mewujudkan sinergi tersebut, lanjut Menaker, Kemnaker mengenalkan konsep KEK Skills Ecosystem, yakni ekosistem kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pengelola KEK, tenant industri, Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP), pemerintah daerah, lembaga sertifikasi, hingga inkubator usaha.
Program pelatihan berdurasi empat bulan ini terbagi menjadi dua bulan pembekalan teori dan praktik dasar di BPVP, serta dua bulan praktik kerja intensif di kawasan KEK.
"Prosesnya mencakup enam tahapan sistematis, mulai dari pemetaan jabatan, penyusunan modul berbasis standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), pelatihan dengan instruktur gabungan, pendampingan mentor industri, sertifikasi kompetensi, hingga pelacakan penempatan kerja (tracer study)," papar Menaker.
Ditambahkannya, Kemnaker menetapkan tiga indikator kinerja utama (Key Performance Indicators) untuk mengukur keberhasilan program ini, meliputi persentase kelulusan yang bekerja dalam kurun waktu tiga bulan, tingkat retensi pekerja setelah enam bulan, serta indeks kepuasan industri terhadap kinerja lulusan. "Integrasi ini diharapkan menjadikan KEK sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus solusi konkrit penyerapan tenaga kerja terampil," pungkasnya.
(Emn/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWSPolres Binjai Cek Dua Lokasi yang Diduga Jadi Tempat Judi, Petugas Tak Temukan Aktivitas Perjudian
hendra·3 menit yang lalu -
-
NASIONALKemnaker Siapkan Pelatihan Vokasi Terintegrasi Industri KEK
Herman Saleh Harahap·46 menit yang lalu -
NEWSLalu Niqman Zakir Dorong Transformasi DPD RI, Usung Gagasan Parlemen Teritorial Digital
hendra·58 menit yang lalu -
-
NEWSJejen Musfah Kritik Prioritas MBG: Pendidikan Butuh Guru Sejahtera, Bukan Sekadar Makan Gratis
hendra·1 jam yang lalu -
EKONOMIRupiah Tembus Rp18.022 per Dolar AS, Analis Prediksi Berlanjut Melemah Hari Ini
hendra·2 jam yang lalu -
-
NEWSHensa Kritik Keras Komunikasi Pemerintahan Prabowo: Bukan Lagi Masalah, tapi Sudah Jadi Penyakit
hendra·2 jam yang lalu -
Semua berita sudah ditampilkan