Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita
Iklan

Kemnaker Kembangkan BLK Inklusif, Karya Disabilitas Tembus Pasar Ekspor ​

Kemnaker mengembangkan BLK inklusif di Bekasi untuk melatih penyandang disabilitas, dengan produk kerajinan yang menembus pasar ekspor.

Direktur Jenderal Binapenta dan PKK Kemnaker, Sugeng Heri Suseno, menyatakan, pelatihan perlu dirancang secara terstruktur agar keterampilan yang diperoleh peserta dapat langsung dimanfaatkan untuk bekerja maupun berwirausaha mandiri, Kamis (15/10/2026).(foto: kemnaker)
Direktur Jenderal Binapenta dan PKK Kemnaker, Sugeng Heri Suseno, menyatakan, pelatihan perlu dirancang secara terstruktur agar keterampilan yang diperoleh peserta dapat langsung dimanfaatkan untuk bekerja maupun berwirausaha mandiri, Kamis (15/10/2026).(foto: kemnaker)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA— Kementerian Ketenagakerjaan () memperluas akses bagi melalui pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) Khusus Penyandang Disabilitas di Balai Perluasan Kesempatan Kerja (BPKK) Bekasi, Jawa Barat. Produk kerajinan karya penyandang disabilitas yang tampil dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 dan sukses menembus pasar ekspor.

​Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta dan PKK) , Sugeng Heri Suseno, menyatakan, pelatihan perlu dirancang secara terstruktur agar keterampilan yang diperoleh peserta dapat langsung dimanfaatkan untuk bekerja maupun berwirausaha mandiri.

​"Peran utama Kemnaker adalah memastikan teman-teman disabilitas mendapatkan pelatihan terstruktur agar memiliki keterampilan yang dibutuhkan pasar kerja. Sasarannya jelas, yaitu mengurangi tingkat pengangguran disabilitas dan mendorong kemandirian mereka," ujar Sugeng, Kamis (15/10/2026).

​Dikatakannya, di BPKK Bekasi dirancang dengan fasilitas ramah disabilitas yang aksesibel, mulai dari jalur landai, lift, jalur pemandu bagi tunanetra, hingga toilet khusus. Fasilitas tersebut juga dilengkapi Digital Skills Lab untuk pelatihan pemrograman berbasis kecerdasan buatan, Batik & Craft Studio, serta Laboratorium Terapi Sensori.

​“Semua ruang kelas dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan penyandang tunarungu, tunanetra, tunadaksa, maupun disabilitas intelektual,” tambahnya.

​Melalui kemitraan dengan berbagai pihak seperti Rumah Kreatif, karya perajin disabilitas berupa tas, dompet, dan aneka kerajinan tangan kini mampu menembus pasar internasional. 

"Ke depan, Kemnaker berkomitmen untuk memperluas program pelatihan berbasis kompetensi ini ke berbagai daerah di Indonesia guna mewujudkan kesempatan kerja yang adil dan berkelanjutan bagi seluruh ," pungkasnya.

(Emn/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait