Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Menaker: Pemagangan Nasional Pangkas Kesenjangan Dunia Kerja ​

Menaker Yassierli menyebut Program Pemagangan Nasional membantu memperkecil kesenjangan kompetensi lulusan dan kebutuhan dunia kerja.

Menaker Yassierli meninjau secara langsung pelaksanaan Program Pemagangan Nasional Batch 2 Angkatan II di PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko, Yogyakarta, Rabu (7/10/2026).(foto: kemnaker)
Menaker Yassierli meninjau secara langsung pelaksanaan Program Pemagangan Nasional Batch 2 Angkatan II di PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko, Yogyakarta, Rabu (7/10/2026).(foto: kemnaker)
A A

Nusantaraterkini.co, YOGYAKARTA — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) mengungkapkan merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto guna memperkecil kesenjangan antara kompetensi lulusan perguruan tinggi dan kebutuhan industri modern.

​Hal tersebut ditegaskan Menaker saat meninjau secara langsung pelaksanaan Batch 2 Angkatan II di PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko, Yogyakarta, Rabu (7/10/2026). Dalam angkatan ini, sebanyak 40 peserta difasilitasi untuk mengikuti pemagangan pada bidang branding dan pemasaran (marketing).

​Yassierli menyampaikan bahwa program ini dirancang khusus untuk memberi ruang bagi para peserta dalam menyerap pengalaman kerja nyata sekaligus mengasah keterampilan yang sesuai dengan standar kebutuhan perusahaan. Selama enam bulan masa pemagangan, para peserta dijamin mendapatkan fasilitas uang saku secara reguler.

​“Ini program yang luar biasa. Pemerintah memberikan uang saku selama enam bulan sesuai upah minimum kabupaten/kota. Karena itu, manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya,” ujar Menaker Yassierli di hadapan para peserta magang.

​Ia mendorong para peserta agar tidak menyia-nyiakan kesempatan ini dan terus menampilkan kinerja terbaik selama menjalani pembinaan. Rekam jejak serta kualitas kerja yang ditunjukkan selama enam bulan akan menjadi modal berharga untuk menembus pasar kerja profesional.

​“Kalau kinerjanya baik dan kompetensinya sesuai, tentu peluang untuk diterima bekerja akan semakin besar,” tambahnya.

​Kendati demikian, Yassierli menekankan indikator keberhasilan program pemagangan tidak semata-mata diukur dari berapa banyak peserta yang langsung diangkat menjadi karyawan di perusahaan tempat magang. Hal terpenting adalah pembentukan kompetensi, portofolio kerja, serta perluasan jejaring profesional bagi calon tenaga kerja.

​“Setelah magang, tidak semua peserta harus bekerja di tempat yang sama. Yang paling penting, masa enam bulan pemagangan ini dapat memberikan pengalaman dan meningkatkan kompetensi,” jelas Yassierli.

​Di sisi lain, Yassierli menilai program ini memberikan keuntungan ganda bagi sektor industri. Perusahaan dapat memanfaatkan masa pemagangan sebagai ajang talent scouting untuk memetakan dan menyaring calon tenaga kerja berkualitas sesuai dengan kualifikasi internal mereka.

​“Perusahaan enggak perlu susah-susah mencari pekerja lain kalau sudah ada talenta yang bagus dari peserta magang, maka direkrut,” pungkasnya.

(Emn/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru