Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Ramadan merupakan bulan yang penuh berkah, di mana setiap amal ibadah memiliki nilai yang sangat tinggi di hadapan Allah.
Dalam ajaran Islam, Ramadan tidak hanya dikenal sebagai bulan puasa, tetapi juga sebagai *sayyidus syuhur*—raja dari seluruh bulan.
Kenapa demikian? Mari kita simak lebih dalam keistimewaan bulan suci ini, termasuk malam Lailatul Qadar dan ibadah puasa yang memiliki makna luar biasa.
Ramadan Sebagai Sayyidus Syuhur
Ramadan disebut sebagai *sayyidus syuhur* karena memiliki beberapa keistimewaan yang tidak ada di bulan lainnya. Pertama, Ramadan adalah bulan di mana Al-Qur'an diturunkan pertama kali, sebagai wahyu yang membawa petunjuk hidup bagi umat manusia.
Selain itu, bulan Ramadan juga menyimpan malam yang lebih baik dari seribu bulan, yakni Lailatul Qadar.
Malam ini diperingati pada sepuluh malam terakhir Ramadan, terutama pada malam ganjil (21, 23, 25, 27, dan 29).
Keutamaan Lailatul Qadar adalah ibadah yang dilakukan pada malam tersebut bernilai lebih baik daripada ibadah seribu bulan atau sekitar 83 tahun!
Keistimewaan Lailatul Qadar
Lailatul Qadar merupakan malam yang sangat dinantikan umat Islam. Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa untuk meraih malam penuh berkah ini, umat Islam harus berjaga sejak awal Ramadan.
Menunggu malam tersebut dengan penuh keimanan dan berharap kepada Allah agar mendapatkan ampunan.
Keistimewaan malam ini menjadi simbol kasih sayang Allah, di mana doa-doa yang dipanjatkan akan dikabulkan, dan dosa-dosa diampuni.
Ibadah Puasa yang Penuh Makna
Puasa di bulan Ramadan adalah ibadah yang tidak hanya berdampak pada fisik, tetapi juga rohani. Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga mengendalikan hawa nafsu.
Ibadah ini disebut sebagai ibadah *sirriyyah*, yaitu ibadah yang tidak dapat dilihat orang lain, hanya diketahui oleh pelaksananya dan Allah saja.
Baca Juga: Kisah Warga Suriah, Jalani Suasana Ramadan Berbeda Tanpa Rezim Assad
Dengan demikian, puasa menjadi ujian sejati bagi seseorang dalam menjaga niat dan ketakwaan.
Selain itu, puasa juga memiliki nilai yang tidak terhingga. Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa adalah ibadah yang sangat istimewa karena Allah sendiri yang akan memberikan balasannya, yang jumlahnya tidak terhitung.
Keutamaan ini mengingatkan kita untuk menjalankan puasa dengan ikhlas dan penuh harapan pada Allah, bukan untuk mendapatkan pujian dari orang lain.
Pahala yang Berlipat Ganda
Di bulan Ramadan, setiap amal ibadah yang dilakukan mendapat pahala yang berlipat ganda.
Puasa, salat, dan amal baik lainnya dihargai dengan cara yang luar biasa. Sebagaimana dijelaskan dalam hadits, siapa saja yang gembira menyambut datangnya Ramadan dengan penuh persiapan dan kesungguhan, maka Allah akan menjauhkan tubuhnya dari api neraka.
Baca Juga: Buka Puasa, Berikut Takjil yang Tepat untuk Kesehatan saat Ramadan
Dengan menjalankan puasa, kita tidak hanya mendapatkan pahala, tetapi juga kesempatan untuk mendapatkan ampunan dan rahmat Allah.
Pentingnya Puasa dalam Mengendalikan Hawa Nafsu
Puasa juga berfungsi sebagai sarana untuk mengendalikan hawa nafsu. Dalam kehidupan sehari-hari, nafsu sering kali mengarahkan kita pada tindakan yang tidak baik.
Namun, dengan berpuasa, kita diajarkan untuk menahan diri dan menjaga perilaku. Sebagaimana Rasulullah SAW mengatakan, Ramadan adalah waktu di mana pintu surga terbuka lebar, dan kita diberi kesempatan untuk memperbaiki diri.
Bulan Ramadan adalah bulan yang penuh dengan keistimewaan. Selain menjadi waktu untuk meningkatkan ibadah, Ramadan juga menjadi momen bagi umat Islam untuk membersihkan diri dari dosa dan kesalahan.
Dengan menjalankan ibadah puasa dengan niat yang tulus, serta menanti malam Lailatul Qadar dengan penuh harapan, setiap umat Muslim dapat meraih keberkahan dan ampunan Allah SWT.
Jangan lewatkan kesempatan emas ini untuk memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada-Nya. Semoga Bermanfaat !!!
(Akb/nusantaraterkini.co">nusantaraterkini.co)
