Kisah Warga Suriah, Jalani Suasana Ramadan Berbeda Tanpa Rezim Assad
Ramadhan tahun ini hadir dengan cita rasa baru. Ini adalah kemenangan dan pengampunan Ramadhan
Nusantaraterkini.co, DAMASKUS - Warga Suriah menjalani ibadah puasa ramadan yang berbeda setelah rezim Assad diruntuhkan pada awal Desember 2024 lalu.
Pada ramadan tahun ini, banyak orang menghindari makan di depan umum karena khawatir akan adanya hukuman, berbeda dengan masa pemerintahan Assad, orang-orang masih diperbolehkan makan di tempat umum meski di tengah puasa ramadan.
Beberapa restoran dan kedai kopi di Suriah telah tutup pada Sabtu (1/3/2025), sementara beberapa lainnya tetap beroperasi seperti biasa.
Kementerian Wakaf Agama sementara Suriah dikabarkan meminta semua restoran, kedai kopi, dan pedagang makanan kaki lima untuk tutup pada siang hari. Masyarakat juga dilarang makan atau minum di tempat umum dengan ancaman hukuman, termasuk kemungkinan dijebloskan ke penjara hingga tiga bulan bagi pelanggar. Namun, sejauh ini tidak ada perintah resmi dari pemerintah mengenai aturan tersebut.
Seorang jurnalis Associated Press yang berada di Damaskus pada Sabtu (1/3/2025) melaporkan bahwa beberapa kedai kopi tetap buka, tetapi menutup jendelanya agar orang di luar tidak bisa melihat siapa yang ada di dalam.
Kelompok pemberontak yang dipimpin oleh Hayat Tahrir al-Sham (HTS) penindasan pemerintahan sekuler Presiden Bashar al-Assad pada awal Desember, mengakhiri 54 tahun kekuasaan keluarga Assad.
Baca Juga: Assad Tamat, AS-Inggris Mulai Jalin Kontak dengan Milisi Suriah HTS
Sejak itu, pemerintahan baru di bawah mantan pemimpin pemberontak Ahmad al-Sharaa mengambil alih kendali, memicu pendapat bahwa Suriah bisa berubah menjadi negara Islam, meskipun al-Sharaa berjanji untuk menghormati hak-hak penganut agama minoritas
"Ramadhan tahun ini hadir dengan cita rasa baru. Ini adalah kemenangan dan pengampunan Ramadhan," kata Menteri Agama sementara Hussam Haj-Hussein dalam sebuah pernyataan yang disiarkan televisi.
Sebagian besar negara, termasuk Arab Saudi, Indonesia, dan Kuwait, memulai puasa Ramadhan pada Sabtu (1/3/2025), sementara negara lain seperti Malaysia, Jepang, dan beberapa Muslim Syi’ah memulai puasa pada Minggu (2/3/2025).
Di banyak bagian Timur Tengah, bulan suci tahun ini merasakan campuran antara pahit dan manis. Warga Lebanon merayakan Ramadan tahun ini setelah perang 14 bulan antara Israel dan Hizbullah berakhir dengan gencatan senjata yang ditengahi Amerika pada akhir November.
Di Jalur Gaza, kesepakatan gencatan senjata yang telah menghentikan lebih dari 15 bulan perang antara Israel dan Hamas, yang telah ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh Amerika Serikat, mendekati akhir fase pertamanya. Banyak warga Palestina menyantap buka puasa pertama mereka di tengah puing-puing tempat rumah mereka dulu berada.
Ramadan, bulan kesembilan dalam kalender Islam, selalu bergeser mengikuti perubahan musim setiap tahunnya. Awal bulan ini ditentukan berdasarkan penampakan bulan sabit atau hilal.
Baca Juga: 37 WNI dari Suriah Dievakuasi KBRI Damaskus
Tanggal awal Ramadan di setiap negara bisa berbeda karena bergantung pada keputusan otoritas Islam, apakah mereka mengikuti metode rukyatul hilal (melihat penampakan bulan sabit) atau metode hisab (perhitungan tanggal) untuk menentukan awal bulan.
Bulan suci ini juga menjadi waktu di mana banyak organisasi Islam dan lembaga amal menyediakan makanan untuk mereka yang tidak mampu mengeluarkan biaya sendiri.
Di ibu kota Irak, Bagdad, Bashar al Mashhadani, imam Masjid Sheikh Abdulqadir al Gailani, mengatakan masjid tersebut sedang mempersiapkan 1.000 porsi makanan gratis setiap hari untuk mereka yang datang berbuka puasa.
(Zie/Nusantaraterkini.co)
Sumber: VOA
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
POLITIKTolak Wacana Diusung 2 Fraksi di Pilpres 2029, Fernando Emas: Jangan Akali Aturan
Rozie Winata·7 menit yang lalu -
EKONOMIRupiah Dibuka Melemah ke Rp17.920 per Dolar AS, Pasar Cermati Data Inflasi
hendra·9 menit yang lalu -
NASIONALASN Meninggal Saat Latsarmil Komcad, TB Hasanuddin Desak Evaluasi Total SOP Kemenhan
Rozie Winata·29 menit yang lalu -
RELIGIRibuan Warga Palembang Padati Tabligh Akbar dan Maulid Nabi Bersama UAS di Kambang Iwak
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
EKONOMIIHSG Diprediksi Melemah Hari Ini, Analis Ungkap Saham yang Layak Dicermati
hendra·1 jam yang lalu -
KRIMINALPolres Padangsidimpuan Gagalkan Penyelundupan 10 Kg Ganja, Satu Pelaku Diringkus
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
SEPAKBOLAJohn Herdman Sebut Skuad Garuda Belum Turun dengan Kekuatan Penuh
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
EKONOMIMichael Saylor Peringatkan Sistem Keuangan AS Harus Dibangun Ulang untuk Era AI
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
INTERNASIONALKlaim Miliki Kendali Penuh, Trump Tolak Usulan Bersyarat Iran Terkait Pembukaan Kembali Selat Hormuz
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
NEWS VIDEOMartin Hutabarat: Perubahan UUD Penting Dipahami untuk Menentukan Arah Bernegara
Fadli Tara·10 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan