Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Kecoh SPBU Pakai Barcode Ganda, Sopir Truk Penimbun Solar Subsidi untuk Pabrik Beton Diciduk

Sopir truk penimbun solar subsidi bermodus ganti plat dan barcode untuk pabrik beton diringkus Polrestabes Medan.

MR langsung diberi kaos tahanan setelah diintrogasi kasus penyelewengan bio solar subsidi. (Foto: istimewa)
MR langsung diberi kaos tahanan setelah diintrogasi kasus penyelewengan bio solar subsidi. (Foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Satreskrim meringkus seorang supir truk berinisial MR (35) warga Jalan Binjai Km 10,5 Medan usai tertangkap basah mengangkut bio untuk dijual ke pabrik saat melintas di Jalan Medan-Binjai kawasan Sei Semayang, Kecamatan , Deliserdang, Selasa (27/10/2026) malam.

Saat dihentikan, petugas mendapati truk dump yang dikemudikannya sudah dimodifikasi. Tangki bawaannya ditambah menjadi dua tangki.

"Karena tangki sudah dimodifikasi ditambah jadi dua, sekali angkut bisa bawa setengah ton," kata Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, Sabtu (31/10/2026).

Tidak hanya itu, di dalam kabin truk petugas juga menemukan empat plat nomor kendaraan. Empat plat tersebut digunakan pelaku untuk mensiasati jatah harian terbatas BBM subsidi.

Agar bisa mengisi berulang, pelaku membawa beberapa pasang plat dan barcode .

"Modusnya gonta-ganti plat dan barcode. Satu plat untuk satu barcode. Setelah isi di satu SPBU, dia ganti plat dan barcode lain, isi lagi di SPBU lain. Seolah-olah truk berbeda yang mengisi," ungkap Calvijn.

Kepada penyidik, MR mengaku BBM subsidi yang dibawanya bukan untuk dipakai sendiri, melainkan dijual ke sebuah pabrik pembuatan beton di Jalan Megawati, Kecamatan .

Pengakuannya, praktik itu sudah berjalan selama 6 bulan. tersebut digunakan untuk operasional pabrik dan alat berat.

Perlu diketahui, harga bio solar subsidi yang resmi dari Pertamina sampai Oktober 2026 ini adalah Rp6.800 per liter. Harga itu yang ditebus sopir di SPBU pakai barcode.

Kemudian dijual kembali oleh MR ke pabrik beton di Jalan Megawati dengan harga di atas Rp8.000 per liter.

Polisi kini mengembangkan kasus tersebut untuk menangkap pihak pabrik yang menjadi penadah, sekaligus menelusuri SPBU kemana saja tempat pelaku mengisi BBM subsidi menggunakan plat dan barcode berbeda tersebut.ย 

(Ton/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait