Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Polda Sumut Ungkap Mafia Solar di Tebingtinggi, Modus Gunakan 29 Barcode dan Truk Modifikasi

Polda Sumut amankan dua truk modifikasi di Tebingtinggi terkait penyalahgunaan solar subsidi ilegal

Barang bukti solat ilegal yang diamankan oleh Ditreskrimsus Polda Sumut di Kota Tebingtinggi, Selasa (5/5/2026). (Foto: dok Polda Sumut)
Barang bukti solat ilegal yang diamankan oleh Ditreskrimsus Polda Sumut di Kota Tebingtinggi, Selasa (5/5/2026). (Foto: dok Polda Sumut)
A A

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Tim Tipidter Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumatera Utara (Sumut) mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyalahgunaan pengangkutan dan niaga solar subsidi tanpa izin atau ilegal.

"Dari pengungkapan itu personel melakukan penindakan hukum mengamankan dua unit truk yang membawa BBM jenis ," ujar Kabid Humas , Kombes Pol Ferry Walintukan, Jumat (8/5/2026) malam.

Ferry menjelaskan, penindakan dilakukan di dua lokasi berbeda, yakni di SPBU Takari, Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Lalang, Kecamatan Rambutan, Kota dan SPBU Tambangan di Jalan Soekarno-Hatta, Tambangan Hulu, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebingtinggi, Selasa (5/5/2026) dini hari.

"Untuk truk pertama yang diamankan membawa BBM jenis solar subsidi seberat kurang lebih 4 ton yang dikemudikan Herman warga Sidimpuan. Kedua truk yang telah dimodifikasi membawa BBM jenis solar bermuatan kurang lebih 1,4 ton solar subsidi yang dikemudikan Eko bersama kernetnya Roni Anggara," jelasnya.

Ferry mengungkapkan, modus yang digunakan dalam penyalahgunaan pengangkutan dan niaga BBM tersebut yakni memakai 29 barcode dan tujuh pelat nomor polisi palsu.

BBM solar subsidi ilegal itu rencananya akan diantarkan ke salah satu gudang milik Gerson Siringo-ringo alias MR Jack yang berada di Desa Sei Bulu, Pasar Bengkel, Kabupaten Serdangbedagai.

"Terhadap dua unit truk yang membawa BBM solar ilegal bersama sopir telah diamankan menjalani pemeriksaan di Mapolda Sumut. Sementara penyidik masih terus melakukan pengembangan untuk menangkap pelaku (jaringan lainnya)," pungkasnya.

(Akb/nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait