Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Kasus ISPA Meningkat Saat Karhutla Kalbar, Komisi IX DPR Minta Pemerintah Perkuat Perlindungan Kesehatan

Kasus ISPA dan pneumonia meningkat di Kalbar saat karhutla memburuk. Komisi IX DPR meminta pemerintah memperkuat perlindungan kesehatan warga.

Anggota Komisi IX DPR, Nurhadi meminta pemerintah memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat menyusul meningkatnya kasus ISPA di Kalimantan Barat akibat dampak karhutla. Senin (31/8/2026) (foto:Istimewa)
Anggota Komisi IX DPR, Nurhadi meminta pemerintah memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat menyusul meningkatnya kasus ISPA di Kalimantan Barat akibat dampak karhutla. Senin (31/8/2026) (foto:Istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Anggota , menyoroti meningkatnya kasus infeksi saluran pernapasan akut () dan di () di tengah kondisi yang menyebabkan memburuk.

Nurhadi menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius pemerintah. Menurutnya, terdapat korelasi yang perlu diwaspadai antara memburuknya kualitas udara akibat dan lahan (karhutla) dengan meningkatnya gangguan pernapasan yang dialami masyarakat.

“Di , RS Bhayangkara mencatat kasus pneumonia meningkat sekitar 10–20 persen pada pasien IGD dan rawat inap. Sementara Dinas Kalimantan Barat mencatat 165.727 kasus ISPA sepanjang 1 Januari hingga 22 Agustus 2026,” kata Nurhadi kepada Nusantaraterkini.co, Senin (31/8/2026).

Meski demikian, Nurhadi mengingatkan agar peningkatan kasus ISPA dan pneumonia tidak serta-merta seluruhnya dikaitkan dengan paparan .

“Tidak semua kasus atau bisa langsung dikatakan disebabkan oleh " class="article-tag-link" rel="tag">asap karhutla, karena penyakit tersebut memiliki banyak faktor risiko. Tetapi paparan asap dan partikulat akibat karhutla jelas dapat memperburuk kondisi saluran pernapasan dan meningkatkan kerentanan masyarakat,” ujar Politikus NasDem ini.

Menurutnya, kelompok yang paling rentan terhadap dampak buruk antara lain anak-anak, balita, ibu hamil, lansia, serta masyarakat yang telah memiliki penyakit pernapasan.

Karena itu, Nurhadi mendorong pemerintah tidak hanya berfokus pada upaya pemadaman karhutla, tetapi juga memperkuat langkah perlindungan .

bersama pemerintah daerah harus memastikan puskesmas dan rumah sakit memiliki kesiapan tenaga kesehatan, obat-obatan, oksigen, ruang perawatan, serta sistem rujukan apabila kasus terus meningkat,” tegas Legislator dapil Jatim VII ini.

Selain kesiapan fasilitas , ia meminta pemerintah memperkuat pemantauan kualitas udara serta sistem surveilans ISPA dan pneumonia secara real time.

Langkah tersebut dinilai penting agar pemerintah dapat segera merespons apabila terjadi lonjakan kasus gangguan pernapasan di wilayah terdampak karhutla.

Nurhadi juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama kualitas udara memburuk. Masyarakat disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker ketika harus keluar rumah.

“Kalau muncul sesak napas atau keluhan pernapasan yang semakin berat, jangan menunggu parah dan segera periksa ke fasilitas kesehatan,” kata Anggota Baleg DPR ini.

Nurhadi menegaskan, penanganan karhutla harus ditempatkan sebagai persoalan lintas sektor yang tidak hanya berkaitan dengan lingkungan dan kebakaran, tetapi juga menyangkut kesehatan masyarakat.

“Yang paling penting, jangan sampai masyarakat menjadi korban berulang setiap kali terjadi karhutla. Penanganan karhutla harus dilihat bukan hanya sebagai persoalan lingkungan dan kebakaran, tetapi juga sebagai persoalan kesehatan masyarakat,” pungkasnya. 

(LS/Nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru