Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Kasus ISPA di Medan Meningkat, DPRD Minta Pemerintah Tak Hanya Beri Imbauan

Editor:  hendra
Reporter: Junaidin Zai
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ilustrasi anak terkena ISPA. (Foto: Freepik)

nusantaraterkini.co, MEDAN – Ketua Komisi II DPRD Kota Medan, H. Kasman Marasakti Lubis, mendukung langkah cepat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan yang mengeluarkan imbauan peningkatan kewaspadaan terhadap kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Namun, ia menegaskan agar penanganan tidak berhenti pada tataran imbauan semata.

“Kami mengapresiasi langkah cepat Dinas Kesehatan merespons lonjakan kasus ISPA. Tapi pemerintah juga harus memastikan langkah nyata di lapangan, terutama dalam penyediaan fasilitas kesehatan, ketersediaan obat-obatan, serta penguatan peran puskesmas,” kata Kasman kepada Nusantararerkini.co saat dihubungi, Jumat (24/10/2025).

Kasman juga mengatakan, Dinkes Medan agar memantau langsung pelayanan kesehatan di puskesmas dan rumah sakit. Ia menilai, tingginya angka ISPA dipengaruhi banyak faktor, mulai dari kualitas udara, perubahan cuaca, hingga kepadatan penduduk di sejumlah kawasan Medan.

Baca Juga : EKSLUSIF, Gedung UMKM Square USU Belum Beroperasi, Aktifitas Pekerja Proyek Tidak Terlihat

Selain imbauan kepada masyarakat, Kasman mendorong agar dilakukan penyemprotan disinfektan di area publik dan sekolah, serta kampanye kesehatan secara masif.

“Masyarakat perlu benar-benar memahami bahaya ISPA dan cara pencegahannya,” ujarnya.

“ISPA bisa menyerang siapa saja, terutama anak-anak dan lansia. Karena itu, langkah preventif harus segera diperkuat, termasuk penyuluhan di sekolah dan posyandu,” sambungnya.

Baca Juga : Terancam Digusur, Pedagang Pasar Sambas: Kami Bayar 5-7 Juta

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kota Medan dalam surat edaran tertanggal 20 Oktober 2025 melaporkan peningkatan signifikan kasus ISPA, dari 25.715 kasus pada Agustus menjadi 30.952 kasus pada September.

Masyarakat diimbau untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker, menjaga kebersihan tangan, serta menghindari asap rokok dan lingkungan tidak sehat.

Berikut 6 poin himbaun Dinkes Medan antisipasi ISPA:

Baca Juga : Rahudman Harahap Ingin Berkhidmat Bareng PKS Bangun Kota Medan

Menghimbau masyarakat untuk kembali meningkatkan disiplin diri dalam menjalani protokol kesehatan dengan meningkatkan kembali memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak dengan orang yang sakit.

Hindari menyentuh wajah dengan tangan yang tidak bersih, terutama mata dan mulut untuk menghindari bakteri atau virus masuk ke dalam tubuh.

Berhenti merokok dan menghindari asap rokok terutama di ruang tertutup.

Gunakan sapu tangan atau tisu untuk menutup mulut ketika bersin atau batuk.

Perbanyak konsumsi makanan bergizi, istirahat yang cukup untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Bagi tenaga kesehatan yang sedang bertugas di fasilitas kesehatan agar menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai kebutuhan dan ketentuan.

Sebelumnya telah diberitakan, kasus ISPA yang terjadi saat ini dipastikan masih tergolong ringan. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumatera Utara, Novita Rohdearni Saragih, pada Rabu (22/10/2025) kemarin.

Sepanjang Januari hingga September 2025, Dinkes Sumut mencatat 669.835 kasus ISPA, meningkat sekitar 15 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Laporan dari Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) juga menunjukkan tren serupa, dengan peningkatan dari 5.341 kasus pada minggu ke-31 menjadi 6.859 kasus di minggu ke-41.

Novita memastikan tidak ditemukan indikasi penyakit berat seperti flu burung atau Covid-19 dalam laporan sementara. Sebagian besar kasus, katanya, masih tergolong ringan dan dapat ditangani di fasilitas kesehatan dasar.

“Tidak perlu panik. Masyarakat cukup menjaga daya tahan tubuh dan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS),” ujarnya.

Ia menambahkan, pengalaman pandemi Covid-19 menjadi pelajaran penting agar sistem pelaporan dan koordinasi antarwilayah diperkuat. Upaya kewaspadaan dini, katanya, harus diiringi dengan kesiapan di tingkat layanan dasar agar tidak berhenti pada kebijakan administratif.

“Yang terpenting, masyarakat tetap waspada dan menjaga kebersihan lingkungan,” pungkasnya.

(Cw7/Nusantaraterkini.co)