Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita
Iklan

BPBD Sumsel Sebut Penyemaian Dry Ice Efektif Kurangi Kabut Asap

BPBD Sumsel menyebut penyemaian dry ice meningkatkan jarak pandang di Palembang dari 25 meter menjadi sekitar 2.000 meter

Kepala Pelaksana BPBD Sumsel, M Iqbal Alisyahbana saat diwawancarai langsung di Kantor Gubernur Sumsel, Jumat (16/10/2026). (foto: tia/nusantaraterkini.co)
Kepala Pelaksana BPBD Sumsel, M Iqbal Alisyahbana saat diwawancarai langsung di Kantor Gubernur Sumsel, Jumat (16/10/2026). (foto: tia/nusantaraterkini.co)
A A

Nusantaraterkini.co, PALEMBANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan (Sumsel) mencatat berhasil mengurai penumpukan kabut asap di wilayah Kota Palembang, Jumat (16/10/2026).

Upaya intervensi udara tersebut berdampak signifikan terhadap perbaikan kualitas udara serta peningkatan jarak pandang secara drastis.

Kepala Pelaksana M Iqbal Alisyahbana menyampaikan jika lonjakan jarak pandang secara signifikan mulai terpantau usai tim udara merampungkan dua sortie penerbangan penyemaian, Kamis (15/10/2026).

“Jarak pandang kemarin sempat 25 meter, setelah dilaksanakan dua sortie jarak pandang mengalami peningkatan menjadi kurang lebih 2.000 meter. Jadi, dry ice ini menjadi salah satu indikator keberhasilan,” ujar Kepala Pelaksana , M Iqbal Alisyahbana saat diwawancarai langsung di Kantor Gubernur Sumsel.

Dikatakannya, penyemaian es karbon dioksida padat tersebut dilakukan secara bertahap menggunakan pesawat khusus dari pangkalan udara. Setiap penerbangan mengangkut sebanyak 800 kilogram bahan penyemai untuk disebar ke titik sasaran di atas langit Palembang.

Hingga Jumat pagi, BPBD Sumsel mencatat total bahan dry ice yang telah disebar ke udara telah mencapai 2,4 ton. Pihaknya merincikan operasi tersebut terbagi dalam tiga sortie penerbangan sejak hari pertama pelaksanaan.

“Hingga Jumat, total bahan yang telah disemai mencapai 2,4 ton dalam tiga sortie, dengan rincian dua sortie pada Kamis dan satu sortie pada Jumat sekitar pukul 10.00 WIB,” katanya.

Selain memperjauh jarak pandang, lanjutnya, penyemaian bahan kimia tersebut turut menekan Indeks Standar Pencemar Udara di wilayah ibu kota provinsi. Sebelum operasi intervensi digelar, tingkat polusi udara di Palembang sempat masuk dalam kategori berbahaya bagi kesehatan warga.

BPBD Sumsel berharap dapat kembali dilanjutkan guna membersihkan sisa sebaran asap yang masih menutupi pemukiman. Namun demikian, metode ini masih berstatus uji coba sehingga memerlukan kajian ilmiah lebih lanjut bersama BMKG, BNPB, dan Kementerian Kehutanan.

“Ini masih akan dikaji terkait efektivitasnya berapa lama usai disemai. Harapan kita terjadi perbedaan suhu antara siang dan malam, mungkin jadi salah satu indikator kenapa ketika malam ada penurunan kembali kabut asap. Ini yang akan kita lakukan evaluasi terus-menerus,” terangnya.

Di sisi lain, BPBD Sumsel menuturkan jika pangkalan penerbangan armada penyemai dry ice saat ini masih diberangkatkan dari wilayah Lampung. Pembersihan lapisan asap ini diharapkan dapat membuka ruang udara untuk memaksimalkan penanggulangan karhutla.

Pihaknya kini juga tengah bersiap menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca menggunakan garam NaCl. Langkah pembuatan hujan buatan tersebut masih menunggu adanya pertumbuhan awan hujan potensial di atmosfer yang terpantau oleh BMKG.

“Setelah adanya dry ice, asap diharapkan menjadi terbuka dan naik ke atas sehingga muncul bibit-bibit awan hujan,” lanjutnya.

Terbukanya ruang udara dari pekatnya kabut asap juga memegang peranan penting bagi kelancaran operasi pemadaman darat dan udara. Peningkatan jarak pandang diharapkan mampu memicu kembali penerbangan helikopter untuk melakukan pengeboman air di titik kebakaran.

“Saat muncul nanti, kita informasikan dan sampaikan ke BMKG untuk menjadi landasan pelaksanaan OMC dan helikopter water bombing bisa terbang,” pungkasnya.

(Tia/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru