Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Jumlah Korban Tewas di Gaza Tembus 34.049 Orang, Gencatan Senjata Dinantikan

Editor:  Fadli Tara
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Orang-orang berjalan melewati bangunan yang rusak dan hancur di Khan Yunis pada 7 April 2024, setelah Israel menarik pasukan daratnya keluar dari Jalur Gaza selatan, Minggu (7/4/2024) hari ini.(AFP/MOHAMMED ABED)

NUSANTARATERKINI.CO - Jumlah korban tewas di Gaza akibat serangan Israel telah mencapai lebih dari 34.000 orang.

Kementerian Kesehatan di Gaza yang dikuasai Hamas pada Sabtu (20/4/2024) mengatakan, sedikitnya 34.049 orang telah terbunuh di Gaza setelah Israel meluncurkan serangan 6 bulan lalu.

Penghitungan tersebut, termasuk setidaknya 37 kematian dalam 24 jam terakhir.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan di Gaza menambahkan, ada sebanyak 76.901 orang yang terluka di Jalur Gaza sejak perang dimulai pada Oktober 2023 lalu.

Baca Juga : Polres Pelabuhan Tanjung Priok Ungkap Sindikat Liquid Zombie Lintas Negara

Pembicaraan Pemimpin Hamas dan Presiden Turkiye

Pemimpin politik Hamas Ismail Haniyeh telah dijadwalkan akan bertemu dengan Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan pada Sabtu ini.

Pembicaraan itu diadakan di tengah ketegangan Timur Tengah yang sedang memuncak setelah Israel dilaporkan menyerang Iran dan Gaza bersiap-siap menghadapi serangan baru Israel.

Baca Juga : Gubernur Sumsel Targetkan Bangunan Pemerintah jadi Pionir Kebijakan Gentengnisasi

Sejumlah pihak pun berharap pertemuan tersebut akan membawa pengaruh yang mengarah pada gencatan senjata di Gaza. Erdogan sendiri telah berusaha menjadi penengah dalam konflik Palestina, namun belum berhasil.

Pada pertemuan dengan Pemimpin Hamas kali ini, ia memutuskan untuk merahasiakan topik pembahasan.

"Kami akan merahasiakan agenda antara kami dan Tuan Haniyeh," kata Erdogan ketika ditanyai oleh wartawan pada Jumat.

Yang pasti, Erdogan telah mengirimkan menteri luar negerinya Hakan Fidan ke Doha pada Rabu (17/4/2024) sebagai pertanda bahwa ia menginginkan peran mediator antara Hamas dan Israel.

Baca Juga : Korban Tewas Gaza Tembus 72.000 Jiwa, Krisis Obat Menghantam

"Bahkan jika hanya saya, Tayyip Erdogan, yang tersisa, saya akan melanjutkan selama Tuhan memberi saya hidup saya, untuk membela perjuangan Palestina dan menjadi suara rakyat Palestina yang tertindas," kata presiden pada Rabu saat mengumumkan kunjungan Hamiyeh yang akan datang.

Hamas telah memiliki kantor di Turkiye sejak 2011 ketika Turkiye membantu mengamankan kesepakatan bagi kelompok tersebut untuk membebaskan tentara Israel Gilad Shalit.

Erdogan telah mempertahankan hubungan dengan Haniyeh, yang telah sering berkunjung.

Baca Juga : Misteri Board of Peace Dibongkar, GREAT Institute: Keputusan Prabowo di Davos Sudah Benar

Menurut Sinan Ciddi, seorang spesialis Turkiye di Foundation for Defense of Democracies di Washington, Menteri Luar Negeri Fidan adalah mantan kepala intelijen Turkiye dan negara itu memberikan informasi dan paspor kepada para pejabat Hamas, termasuk Haniyeh.

Namun, hal ini tidak pernah dikonfirmasi oleh pihak berwenang Turkiye.

(*/Nusantaraterkini.co)

Sumber: Kompas.com