Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Korban Tewas Gaza Tembus 72.000 Jiwa, Krisis Obat Menghantam

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Warga Palestina memeriksa kerusakan akibat serangan udara Israel di Gaza City pada 31 Januari 2026. (Foto: Xinhua/Rizek Abdeljawad)

Nusantaraterkini.co, GAZAJumlah warga Palestina yang tewas di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023 bertambah menjadi 72.027, dengan 171.651 orang lainnya terluka, menurut otoritas kesehatan di Gaza pada Sabtu (7/2/2026).

Dalam sebuah pernyataan pers, otoritas tersebut menyatakan bahwa 174 kematian yang terjadi antara 30 Januari hingga 6 Februari telah ditambahkan ke dalam angka kematian resmi, setelah mendapat persetujuan dari komite pemerintah terkait.

Baca Juga : Misteri Board of Peace Dibongkar, GREAT Institute: Keputusan Prabowo di Davos Sudah Benar

Sejak gencatan senjata di Gaza berlaku pada 10 Oktober, 576 warga Palestina tewas dan 1.543 lainnya luka-luka, imbuh otoritas itu.

Baca Juga : Gabung Dewan Perdamaian Gaza, Pengamat: Indonesia Punya Posisi Strategis Jadi Penyambung Aspirasi Rakyat Palestina

Dalam pernyataan terpisah, otoritas kesehatan menyatakan bahwa sejumlah rumah sakit yang masih beroperasi di Jalur Gaza, yang kesulitan untuk terus memberikan layanan, kini hanya berfungsi sebagai ruang tunggu bagi ribuan pasien. Mereka menambahkan bahwa banyak korban luka menghadapi nasib yang tidak menentu.

Perang telah menjadikan upaya menjaga layanan kesehatan sebagai perjuangan sehari-hari, sekaligus sangat menghambat proses pemulihan serta kembali berfungsinya layanan medis khusus, kata otoritas itu.

Baca Juga : Kumpulkan Para Senior Diplomasi, Presiden Prabowo Diskusi Santai Bahas Geopolitik di Istana ​

Pernyataan tersebut memperingatkan bahwa obat penghilang rasa sakit dasar telah menjadi barang mewah yang langka akibat kelangkaan. Pernyataan itu juga menyebutkan bahwa 46 persen obat-obatan esensial, 66 persen perlengkapan medis, serta 84 persen bahan laboratorium dan bank darah telah sepenuhnya kehabisan stok.

Otoritas itu menambahkan bahwa layanan pengobatan kanker, hematologi, bedah, perawatan intensif, serta layanan kesehatan primer merupakan sektor yang paling terdampak. Persediaan yang tersedia sangat terbatas dan jauh dari mencukupi untuk memenuhi kebutuhan layanan tersebut.

(*/Nusantaraterkini.co) 

Sumber: Xinhua