Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Mengenal Influenza A H3N2, 'Super Flu' yang Incar Lansia dan Ibu Hamil

Influenza A H3N2 atau super flu berisiko tinggi bagi lansia dan ibu hamil. Pakar imbau masker, vaksin flu, dan kewaspadaan dini.

Dokter Epidemiolog sekaligus Pakar Global Health Security, Dicky Budiman,  meminta masyarakat mewaspadai penyebaran super flu atau Influenza A tipe H3N2 yang kini meningkat di sejumlah negara.(foto:istimewa)
Dokter Epidemiolog sekaligus Pakar Global Health Security, Dicky Budiman, meminta masyarakat mewaspadai penyebaran super flu atau Influenza A tipe H3N2 yang kini meningkat di sejumlah negara.(foto:istimewa)
A A

Nusantaraterkini.coJAKARTA-Dokter Epidemiolog sekaligus Pakar Global Health Security, Dicky Budiman, meminta masyarakat mewaspadai penyebaran atau Influenza A tipe H3N2 yang kini meningkat di sejumlah negara. Meski gejalanya ringan pada usia muda, virus ini memiliki risiko komplikasi berat bagi kelompok rentan seperti , , dan anak di bawah lima tahun.

Hal ini disampaikannya terkait menyusul meningkatnya kasus influenza musiman di sejumlah negara.

Dicky menjelaskan, bukanlah penyakit baru, melainkan bagian dari influenza musiman yang telah dikenal sejak puluhan tahun lalu.

“Ini adalah influenza musiman, terutama influenza A tipe H3N2, yang memang paling sering menyebabkan kasus berat,” ujarnya, Rabu (7/1/2026).

Menurut Dicky, memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan jenis influenza lain karena kerap menyebabkan pasien harus dirawat di rumah sakit.

“Pada musimannya, virus ini lebih banyak membuat pasien masuk rumah sakit, bahkan hingga unit perawatan intensif,” kata Dicky.

Ia menyebutkan, kelompok yang paling berisiko mengalami komplikasi berat meliputi lanjut usia, orang dengan penyakit penyerta, , serta anak di bawah lima tahun. Sementara itu, pada kelompok usia muda dengan daya tahan tubuh baik, gejala umumnya ringan dan dapat sembuh sendiri dalam waktu dua hingga tiga hari.

Meski demikian, Dicky menegaskan bahwa kelompok usia muda tetap berperan besar dalam rantai penularan.

“Mereka sering merasa sehat dan tetap beraktivitas, padahal masih bisa menularkan kepada atau anggota keluarga yang rentan,” terangnya.

Dicky menambahkan, tingkat penularan memang lebih rendah dibandingkan Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19.

“Satu orang biasanya menularkan ke satu hingga tiga orang, tidak secepat Covid-19,” ucapnya.

Namun demikian, risiko komplikasi berat tetap perlu diwaspadai pada kelompok rentan. “Sekitar sepuluh persen dari kelompok berisiko dapat membutuhkan perawatan di rumah sakit, dan sebagian kecil bisa berujung kematian,” tutur Dicky.

Baca Juga : Cara Cepat Sembuh dari Flu dan Pilek serta Perbedaannya

Ia juga menyoroti menurunnya kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, termasuk kebiasaan tidak menggunakan saat sakit. Kondisi ini dinilai dapat mempercepat penularan influenza di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Untuk mencegah penularan, Dicky mengimbau masyarakat agar beristirahat di rumah saat mengalami gejala flu dan menghindari kontak dengan kelompok rentan. “Jika terpaksa berinteraksi, gunakan dan pastikan sirkulasi udara di ruangan berjalan dengan baik,” tegasnya.

Selain itu, ia menganjurkan masyarakat, khususnya kelompok berisiko, untuk mempertimbangkan vaksin flu. “ trivalen produksi Bio Farma tersedia dan efektif untuk mencegah keparahan serta kematian,” ucapnya.

Dicky juga mengingatkan masyarakat untuk segera mencari pertolongan medis jika mengalami demam tinggi lebih dari dua hari atau sesak napas. “Itu merupakan tanda bahaya yang tidak boleh diabaikan, terutama pada lansia dan ibu hamil,” tandasnya Dicky.

Gencarkan Lagi Masker di Ruang Publik

Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR Neng Eem Marhamah Zulfa meminta pemerintah menggencarkan sosialisasi penggunaan masker di ruang publik sebagai langkah pencegahan penularan virus influenza A (H3N2) subklad K atau superflu.

Langkah tersebut dinilai penting menyusul laporan penyebaran virus di sejumlah negara dan temuan kasus di Indonesia.

Neng Eem menekankan bahwa pencegahan harus menjadi prioritas utama pemerintah. Menurutnya, langkah antisipatif perlu dilakukan tanpa menunggu lonjakan kasus, mengingat superflu telah dilaporkan menginfeksi China, Korea Selatan, Jepang, Singapura, hingga Indonesia.

“Kami meminta pemerintah, khususnya Kementerian , melakukan langkah antisipasi sejak dini. Sosialisasi penggunaan masker di ruang publik sangat penting karena terbukti efektif menekan penularan virus pernapasan, termasuk influenza,” ujar Neng Eem.

Ia menjelaskan, penggunaan masker merupakan intervensi masyarakat yang berbasis bukti ilmiah. Masker mampu menurunkan risiko penularan melalui droplet dan aerosol, terutama di ruang publik yang padat, transportasi umum, fasilitas pelayanan kesehatan, serta area dengan sirkulasi udara terbatas.

Selain pencegahan di tingkat masyarakat, Neng Eem juga menyoroti kesiapan fasilitas kesehatan. Pemerintah diminta memastikan kesiapan tenaga medis, ketersediaan alat pelindung diri, sistem deteksi dini, hingga mekanisme penanganan pasien jika terjadi peningkatan kasus.

“Kesiapan fasilitas kesehatan menjadi faktor penentu agar kasus tidak melonjak. Ini bukan upaya menakut-nakuti masyarakat, melainkan bentuk perlindungan negara terhadap kesehatan publik,” katanya.

Legislator menegaskan, pencegahan selalu lebih efektif dan efisien dibandingkan penanganan saat kasus sudah meluas.

“Pencegahan lebih murah dan lebih efektif dibanding penanganan ketika kasus sudah menyebar. Koordinasi lintas sektor dan kesiapan layanan kesehatan tidak boleh ditunda,” ujarnya.

Di sisi lain, Neng Eem mengimbau masyarakat tetap tenang namun waspada dengan disiplin menerapkan langkah pencegahan. Selain penggunaan masker, ia juga mendorong imunisasi influenza sebagai bagian dari perlindungan kesehatan.

Baca Juga : Tidak Lebih Parah, Kemenkes: Situasi Super Flu di Indonesia Terkendali

“Imunisasi influenza dapat menurunkan risiko keparahan jika terinfeksi. Penggunaan masker, kesiapan fasilitas kesehatan, dan imunisasi harus berjalan bersamaan agar dampak superflu dapat ditekan,” pungkasnya.

 (Cw1/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait