Nusantaraterkini.co, AITA AL SHAAB - Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant pada Rabu (24/4/2024) mengatakan, pasukannya menyerang Lebanon selatan, tetapi tidak disebutkan secara spesifik apakah pasukan darat melintasi perbatasan.
"Banyak pasukan dikerahkan di perbatasan dan pasukan IDF (tentara) saat ini melakukan tindakan ofensif di seluruh Lebanon selatan,” kata Gallant, dikutip dari kantor berita AFP.
Ia juga mengeklaim bahwa setengah dari komandan Hezbollah di Lebanon selatan telah tewas selama peperangan yang terjadi berbulan-bulan.
Baca Juga : HNW: Indonesia Harus Taat Konstitusi, Dewan Perdamaian Jangan Jadi Legitimasi Penghapusan Gaza
“Separuh lainnya bersembunyi,” tambahnya tanpa menyebutkan jumlah pastinya.
Dalam pernyataan terpisah, tentara mengatakan bahwa mereka menyerang 40 sasaran Hezbollah di Lebanon selatan. Beberapa waktu lalu, jet tempur dan artileri IDF menyerang sekitar 40 sasaran Hezbollah di sekitar Aita Al Shaab di Lebanon selatan, termasuk fasilitas penyimpanan dan persenjataan, katanya.
Tentara Israel mengatakan, Hezbollah membangun puluhan sarana dan infrastruktur teror di wilayah tersebut untuk menyerang Israel.
Baca Juga : DPR Ingatkan Pemerintah: BOP Gaza Bentukan AS Berpotensi Jadi Beban dan Alat Legitimasi Israel
Kantor Berita Nasional Lebanon melaporkan, Israel melakukan lebih dari 13 serangan di dekat Aita Al Shaab dan desa-desa sekitarnya.
“Pesawat-pesawat tempur Israel melancarkan... lebih dari 13 serangan udara yang menargetkan pinggiran Kota Aita Al Shaab, Ramya, Jabal Balat, dan Khallet Warda,” katanya.
Serangan itu terjadi setelah Hezbollah menembakkan rentetan roket melintasi perbatasan usai serangan yang diduga dilakukan Israel menewaskan dua warga sipil.
Baca Juga : Lempar Helm ke Pelajar Saat Bubarkan Balap Liar, Oknum Polisi Didemosi 5 Tahun
Sebelumnya, Hezbollah menembakkan roket ke Israel utara pada Selasa malam sebagai tanggapan atas kematian warga sipil.
Baku tembak lintas batas berkobar antara tentara Israel dan Hezbollah yang didukung Iran sejak serangan Hamas pada 7 Oktober terhadap Israel.
Sejak 7 Oktober, setidaknya 380 orang tewas di Lebanon, sebagian besar adalah anggota Hezbollah, juga 72 warga sipil, menurut penghitungan AFP. Sementara itu, Israel menyebutkan bahwa 11 tentara dan delapan warga sipil tewas di sisi perbatasannya. (rsy/nusantaraterkini.co)
Baca Juga : Ricuh Sidang Kasus Mutilasi di PN Serang, Keluarga Kejar dan Lempari Terdakwa
