Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Israel Kembali Serang Gaza, 30 Orang Tewas

Editor:  hendra
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Israel kembali serang Gaza, 30 orang tewas. Warga Palestina mencari korban di lokasi serangan udara Israel di sebuah rumah, di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan Hamas, di Kota Gaza. (Foto: Dawoud Abu Alkas/REUTERS).

nusantaraterkini.co, MEDAN - Israel kembali serang Gaza, akibatnya, 30 orang tewas. Serangan itu terjadi pada Jumat (3/1/2025). Padahal Israel dan Hamas tengah dalam proses pembicaraan gencatan senjata di Qatar.

Serangan Israel ini dipicu atas 3 serangan roket yang disebut berasal dar Gaza. Israel lalu membalas membombardir Gaza.

"7 orang tewas akibat serangan Israel di Shujaiya, kota Gaza," kata Juru Bicara Pertahanan Sipil Gaza, Mahmud Bassal, dikutip dari AFP, Sabtu (4/1/2025).

Baca Juga : 5 Jurnalis Tewas dalam Serangan Israel di Gaza

Militer Israel sendiri beralasan bahwa serangan ini merupakan bagian dari operasi mereka untuk menghantam 'teroris'. Mereka juga menambahkan, beberapa dari total 40 target yang diserang berada di wilayah sekolah.

"Serangan militer Israel ini menghalangi suplai air minum dan makanan untuk pasien, tenaga kesehatan, dan mereka yang terluka di Rumah Sakit Indonesia di Beit Lahia," kata Bassal.

Baca Juga : 6 Relawan Medis Indonesia Tiba di RS Gaza Usai Israel Bombardir RS Kamal Adwan

Sementara Rumah Sakit Indonesia di Beit Lahiya sendiri terus mengirimkan sinyal tanda bahaya sejak Jumat (3/1/2025). Militer Israel sendiri menyebut, mereka tidak menyerang rumah sakit.

"Tidak perlu mengevakuasi rumah sakit. Kami berkoordinasi dengan rumah sakit terkait bantuan kemanusiaan," kata militer Israel kepada AFP.

Bantuan PBB sendiri sudah mengunjungi Rumah Sakit Indonesia itu. Katanya, kini rumah sakit itu sudah jadi puing-puing.

Baca Juga : Menteri Israel Ben Gvir Suruh Polisi Sita Pengeras Suara Masjid untuk Azan: Anggap Kebisingan Berlebihan

"Di sekitar saya, hanya tinggal kehancuran dan puing-puing," kata Jonathan Withall, perwakilan resmi PBB yang mengunjungi RS Indonesia.

Konflik di Gaza terus dimediasi oleh perwakilan dari Qatar, Mesir, dan Amerika Serikat. Prosesnya maju mundur, sehingga kesepakatan terus menerus gagal dicapai.

Salah satu tantangannya adalah, Israel enggan sepakat terkait perjanjian gencatan senjata yang permanen.

Pada Kamis lalu, kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyebut telah memberi izin negosiator Israel untuk melanjutkan pembicaraan di Doha, Qatar.

Tapi, terjadi serangan roket milisi Hamas, dan Israel pun membalasnya dengan bertubi-tubi.

(Dra/nusantaraterkini.co).