nusantaraterkini.co, GAZA - Lima orang jurnalis tewas dalam serangan Israel di Jalur Gaza bagian tengah.
Stasiun TV Palestina menyatakan jurnalis tersebut berada di dalam mobil van Quds Today yang diparkir di luar rumah sakit al-Awda, tempat istri salah satu jurnalis akan melahirkan, di kamp pengungsi Nuseirat bagian tengah.
Stasiun TV tersebut mengunggah video kendaraan yang terbakar dengan tanda "pers" di pintu belakang.
Baca Juga : MK Putuskan Sengketa Pers Wajib Lewat Dewan Pers, AJI Indonesia: Proses Hukum Tanpa Mediasi Cacat Formil
Dikutip dari BBC, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan telah menargetkan anggota Jihad Islam yang menyamar sebagai jurnalis. Mereka mengeklaim telah berupaya menghindari adanya warga sipil yang terluka.
Dalam beritanya, BBC belum bisa memverifikasi klaim yang dibuat oleh kedua belah pihak, sebab media internasional dicegah oleh Israel untuk masuk dan bekerja dengan bebas di Gaza.
Militer Israel menyebut lima orang yang tewas adalah Ibrahim Jamal Ibrahim Al-Sheikh Ali; Faisal Abdallah Muhammad Abu Qamsan; Mohammed Ayad Khamis al-Ladaa; Ayman Nihad Abd Alrahman Jadi; dan Fadi Ihab Muhammad Ramadan Hassouna.
Baca Juga : Komit Perkuat Ekosistem Pers: Pemprov Sumut Dukung UKW PWI
Menurut pihak Israel, berbagai sumber informasi menyatakan bahwa empat dari lima korban itu adalah anggota Palestinian Islamic Jihad (PIJ).
Sementara, dalam sebuah pernyataan, Quds Today mengatakan bahwa kelima orang itu terbunuh saat mereka menjalankan tugas media dan kemanusiaan.
Hingga 20 Desember, setidaknya 133 wartawan Palestina telah terbunuh selama perang tersebut, menjadikannya konflik paling mematikan bagi wartawan.
(Dra/nusantaraterkini.co).
