Irma Suryani Tekankan Optimalisasi Implementasi UU PPRT Bagi PRT
Irma Suryani menekankan optimalisasi UU PPRT agar pekerja rumah tangga mendapat perlindungan hukum, kesejahteraan, dan bebas diskriminasi.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA — Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani Chaniago, menekankan pentingnya memastikan implementasi Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (UU PPRT) berjalan optimal di lapangan. Menurutnya, regulasi yang telah disahkan tersebut harus benar-benar hadir untuk memberikan perlindungan komprehensif, kepastian hukum, serta meningkatkan kesejahteraan pekerja rumah tangga (PRT) di seluruh penjuru Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Irma merespons pidato Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya menyebut DPR RI bersama pemerintah telah mengesahkan regulasi mengenai perlindungan pekerja rumah tangga. Politikus Partai NasDem tersebut menilai karakteristik hubungan kerja PRT yang berbeda dengan pekerja pada umumnya tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan hak-hak dasar mereka.
“Jadi hubungannya di luar perjanjian kerja. Dan itu harus betul-betul dijaga dan dikawal oleh semua pemangku kebijakan di seluruh Indonesia. Agar PRT di seluruh Indonesia memang terlindungi dan sejahtera,” ujar Irma, Sabtu (15/8/2026).
Menurutnya, salah satu tujuan utama regulasi PPRT adalah menjaga serta melindungi martabat pekerja rumah tangga. Karena itu, ia berharap pelaksanaan aturan tersebut tetap sejalan dengan tujuan yang telah dirumuskan sejak awal pembahasannya.
“Salah satu fokusnya kan RUU PPRT itu untuk menjaga dan melindungi martabat dari PRT itu sendiri. Dan harapan dari Komisi IX itu, supaya memang apa yang diharapkan dari penyusunan dulu hingga hari ini, pelaksanaan dan implementasi itu selaras,” kata politikus NasDem ini.
Irma menegaskan, perlindungan PRT tidak boleh hanya berhenti pada aspek hukum. Regulasi tersebut juga harus mampu memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan PRT sekaligus mencegah terjadinya diskriminasi dalam hubungan kerja.
“Bukan hanya sekadar melindungi, tapi juga menyejahterakan. Kemudian menjaga pekerjaannya, agar pekerjaannya tidak terdiskriminasi. Karena PRT ini kan tidak ada perjanjian kerja,” tutur Irma yang juga Anggota BURT DPR ini.
UU PPRT disahkan DPR RI dalam Rapat Paripurna pada 21 April 2026 setelah melalui proses pembahasan yang berlangsung selama 22 tahun.
(LS/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
SUMSELJob Fair Sumsel Sediakan 2.500 Lowongan, Gubernur Minta Hapus Syarat Batas Usia
Herman Saleh Harahap·6 menit yang lalu -
SUMUTKAI Sumut Tambah Jadwal KA Datuk Blambangan Rute Tebingtinggi–Siantar, Tarif Hanya Rp5 Ribu
Rozie Winata·14 menit yang lalu -
NASIONALPemerintah Pangkas Bunga UMKM Jadi 8 Persen dan Ambil Alih Kebun Ilegal
Herman Saleh Harahap·29 menit yang lalu -
NEWSSoal Penyadapan, Golkar: Jika Terbukti Makar, Tindak Tegas
Herman Saleh Harahap·38 menit yang lalu -
-
HUKUM DAN KRIMINALJokowi Ditegur Hakim Saat Sidang Kasus Roy Suryo
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALJokowi Hadiri Sidang Soal Ijazah Ditemani Kaesang dan Kahiyang
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
SUMUTSebanyak 1.341 Kejadian Kekerasan Perempuan dan Anak di Sumut Hingga November
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
NEWSPenggerebekan Pesantren Sukoharjo, DPR Minta Penegak Hukum Lebih Profesional
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
NEWSAksi Kelompok LSP Ancaman Fatal bagi Reputasi Indonesia di Arena Global
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan