Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Guncangan hebat melanda Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menyusul keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang menyoroti isu free float emiten di Indonesia. Meski tekanan jual mendominasi pasar, investor asing nyatanya belum sepenuhnya menarik diri.
Di balik derasnya aksi jual yang menyeret IHSG ke zona merah, data perdagangan justru mengungkap adanya saham-saham tertentu yang tetap menjadi incaran asing. Kondisi ini menunjukkan strategi selektif investor global di tengah ketidakpastian pasar.
Secara keseluruhan, aktivitas asing masih mencerminkan sikap hati-hati. Total nilai transaksi mencatatkan pembelian sebesar Rp14,76 triliun dan penjualan Rp20,93 triliun, sehingga asing membukukan net sell Rp6,17 triliun. Tekanan tersebut sejalan dengan sikap pelaku pasar yang menanti respons otoritas bursa dan regulator terkait isu transparansi kepemilikan saham.
Baca Juga : IHSG Menguat 3,49% Sepekan, Asing Justru Kabur dari BBCA hingga BUMI
Meski begitu, sejumlah saham berhasil mencatatkan net foreign buy terbesar. Saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) memimpin dengan nilai beli bersih Rp204 miliar. Disusul PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) sebesar Rp183,5 miliar dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) senilai Rp176,8 miliar.
Minat asing juga terlihat pada saham sektor telekomunikasi dan konsumsi, seperti PT XL Axiata Tbk (EXCL) Rp165,3 miliar serta PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) Rp127,6 miliar.
Daftar 10 Saham dengan Net Foreign Buy Terbesar
Baca Juga : IHSG Bersiap Uji 8.400, Sektor Energi Jadi Motor Penguatan Pasar
Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) – Rp204 miliar
Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) – Rp183,5 miliar
Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) – Rp176,8 miliar
Baca Juga : IHSG Dibuka Hijau Awal Desember 2025, Ini Deretan Saham yang Paling Diborong Asing
XL Axiata Tbk (EXCL) – Rp165,3 miliar
Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) – Rp127,6 miliar
Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) – Rp127 miliar
Astra International Tbk (ASII) – Rp101 miliar
Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) – Rp83,1 miliar
Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) – Rp73 miliar
Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) – Rp68,5 miliar
Sementara itu, IHSG pada penutupan perdagangan kemarin anjlok 7,35% ke level 8.320,56, atau turun 659,67 poin. Bahkan, indeks sempat terperosok lebih dari 8% sehingga memicu trading halt oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).
Tekanan jual terjadi hampir merata di seluruh papan perdagangan. Sebanyak 753 saham melemah, hanya 37 saham menguat, dan 16 saham stagnan. Nilai transaksi pun tercatat sangat besar, mencapai Rp45,50 triliun, dengan volume 60,86 miliar saham dalam 3,99 juta transaksi.
(Dra/nusantaraterkini.co).
