Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

IHSG Dibuka Hijau Awal Desember 2025, Ini Deretan Saham yang Paling Diborong Asing

IHSG menguat di awal Desember 2025. Simak daftar 10 saham yang paling banyak dikoleksi investor asing meski pasar mencatat net sell.

Sejumlah pengunjung di dalam ruangan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, (8/4/2025). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Sejumlah pengunjung di dalam ruangan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, (8/4/2025). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA – (BEI) mengawali perdagangan bulan Desember 2025 dengan sentimen positif. Indeks Harga Gabungan () berhasil bertahan di zona hijau sepanjang sesi, sebelum akhirnya ditutup menguat 0,47% atau naik 40 poin ke level 8.548,78 pada Senin (1/12/2025).

Sepanjang perdagangan, bergerak stabil di rentang 8.493–8.553, mencerminkan optimisme pelaku pasar. Aktivitas transaksi turut meningkat dengan 45,48 miliar berpindah tangan, membukukan nilai transaksi Rp 21,95 triliun.

Dari total perdagangan, terdapat 317 saham menguat, 380 melemah, dan 113 stagnan. Menariknya, di tengah penguatan indeks, justru mencatatkan net sell sebesar Rp 120,38 miliar di seluruh pasar.

Kendati demikian, aliran dana asing tetap masuk signifikan ke sejumlah saham unggulan. Berikut 10 saham dengan nilai net buy terbesar pada perdagangan awal pekan:

1. PT MD Entertainment Tbk (FILM) – Rp 386,95 miliar

2. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) – Rp 171,74 miliar

3. PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) – Rp 126,18 miliar

4. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) – Rp 103,15 miliar

5. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) – Rp 61,78 miliar

6. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) – Rp 54,22 miliar

7. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) – Rp 49,59 miliar

8. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) – Rp 25,73 miliar

9. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) – Rp 21,24 miliar

10. PT Astra International Tbk (ASII) – Rp 20,75 miliar

Masuknya dana asing ke saham-saham berkapitalisasi besar ini menjadi sinyal bahwa investor global masih selektif, terutama terhadap sektor perbankan, energi, dan teknologi.

(Dra/nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru