Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita
Iklan

IHSG Diprediksi Lanjut Melemah Hari Ini, Jumat 16 Oktober 2026: Intip Saham Pilihan Analis

IHSG melemah 1,33% ke 5.863,78. Simak prediksi IHSG Jumat 16 Oktober 2026, sentimen global, level support, resistance, dan saham pilihan analis.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan, IHSG hari ini. (Foto: istimewa)
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan, IHSG hari ini. (Foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co,ย JAKARTA โ€“ Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi kembali menghadapi tekanan pada perdagangan Jumat (16/10/2026). Setelah terkoreksi 1,33% ke level 5.863,78 pada Kamis (15/10/2026), investor perlu mencermati perkembangan sentimen global serta sejumlah level teknikal yang menjadi penentu arah indeks.

Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan IHSG bergerak dalam rentang 5.804,21 hingga 5.917,70 sebelum mengakhiri sesi di zona merah. Pelemahan terjadi di tengah tekanan pada sejumlah saham berkapitalisasi besar maupun saham yang aktif diperdagangkan.

Saham DEWA, HRTA, dan WIFI Tertekan

Sejumlah saham mencatat penurunan cukup dalam pada perdagangan Kamis. PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) melemah 7,88% menjadi Rp304 per saham. PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) turun 6,40% ke Rp1.900, sedangkan PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI) terkoreksi 5,84% ke Rp1.290.

Tekanan juga terlihat pada PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) yang turun 5,26% ke Rp630, PT Indika Energy Tbk. (INDY) melemah 5,10% ke Rp2.420, serta PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) turun 4,85% ke Rp157.

Di tengah pelemahan mayoritas saham tersebut, beberapa emiten masih mampu mencatatkan penguatan. PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) naik 1,39% ke Rp4.390, sementara PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) menguat 1,28% ke Rp790.

PT United Tractors Tbk. (UNTR) juga naik 1% ke Rp25.250. Penguatan turut dicatatkan PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) sebesar 0,77% ke Rp1.400, PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI) sebesar 0,51% ke Rp3.980, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) sebesar 0,32% ke Rp3.100.

Inflasi AS dan Harga Energi Jadi Perhatian

Tekanan terhadap pasar saham domestik tidak terlepas dari perkembangan ekonomi global. Data inflasi Amerika Serikat (AS) menunjukkan indeks harga konsumen atau consumer price index (CPI) pada September 2026 meningkat 3,7% secara tahunan (year-on-year/YoY), lebih tinggi dibandingkan 3,4% pada Agustus.

Biro Statistik Tenaga Kerja AS mencatat inflasi bulanan mencapai 0,6% pada September. Kenaikan tersebut memperkuat kekhawatiran bahwa tekanan harga belum mereda sepenuhnya dan dapat memengaruhi arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.

Inflasi yang bertahan tinggi berpotensi menjaga dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS tetap menjadi perhatian investor. Kondisi tersebut dapat meningkatkan volatilitas arus modal di pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Selain inflasi konsumen, data harga produsen AS juga menjadi sorotan. Reuters melaporkan indeks harga produsen (producer price index/PPI) naik 1,3% secara bulanan pada September, dengan kenaikan tahunan mencapai 6,3%. Lonjakan harga energi menjadi salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan tersebut.

Di sisi lain, perkembangan perdagangan China memberikan sentimen yang relatif positif bagi prospek permintaan komoditas. Surplus perdagangan negara tersebut mencapai US$133,53 miliar pada September 2026, ditopang pertumbuhan ekspor 36,3% dan impor 31% secara tahunan. Meski demikian, dampaknya terhadap IHSG masih bergantung pada respons investor terhadap risiko global lainnya.

Proyeksi IHSG dan Rekomendasi Saham Hari Ini

Mengutip laporan Periskop.id pada Jumat (16/10/2026), tim riset BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan IHSG masih berisiko melanjutkan pelemahan. Indeks diproyeksikan bergerak dalam kisaran 5.745โ€“5.920 selama belum muncul katalis signifikan yang mampu mendorong pemulihan.

Level 5.745 menjadi area support yang perlu diperhatikan. Apabila indeks menembus level tersebut, risiko koreksi lanjutan hingga area 5.600 terbuka. Sementara itu, rentang 5.920โ€“6.000 menjadi area resistance yang perlu dilewati untuk memperkuat peluang pemulihan.

Di tengah kondisi pasar yang masih bergejolak, BRI Danareksa Sekuritas menempatkan PT Mayora Indah Tbk. (MYOR), PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE), dan PT Pakuwon Jati Tbk. (PWON) sebagai saham pilihan.

Sementara itu, analis BinaArtha Sekuritas Ivan Rosanova turut menyoroti level penutupan IHSG. Menurutnya, penutupan pada level 5.850 atau lebih tinggi dapat memperbesar peluang terjadinya rebound pada pekan berikutnya.

Ivan juga memasukkan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO), PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF), PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA), PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA), dan PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) ke dalam daftar saham pilihannya. Informasi rekomendasi dan proyeksi tersebut dilaporkan Periskop.id berdasarkan pandangan analis yang dikutipnya.

Dengan tekanan teknikal dan ketidakpastian global yang masih membayangi, investor perlu mencermati level support dan resistance, perkembangan nilai tukar rupiah, serta pergerakan pasar regional sebelum mengambil keputusan transaksi. Daftar saham pilihan analis merupakan bahan pertimbangan, bukan jaminan keuntungan.

(Dra/nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait