Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita
Iklan

IHSG Tertekan 2,59%, Simak Prediksi Bursa dan Rekomendasi Saham Hari Ini 13 Oktober 2026

IHSG melemah 2,59% ke 5.936,15. Simak prediksi IHSG hari ini, level support-resistance, serta rekomendasi saham BRMS, JPFA, MBMA, ANTM, dan XISI.

BEI sempat menghentikan sementara perdagangan (trading halt). (BAY ISMOYO/AFP)
BEI sempat menghentikan sementara perdagangan (trading halt). (BAY ISMOYO/AFP)
A A

Nusantaraterkini.co,ย JAKARTA โ€“ Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih menghadapi tekanan pada perdagangan Selasa (13/10/2026). Setelah terkoreksi tajam pada awal pekan, pelaku pasar perlu mencermati sejumlah level teknikal serta rekomendasi saham yang dirilis analis untuk menentukan strategi transaksi.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup melemah 2,59% ke level 5.936,15 pada perdagangan Senin (12/10/2026). Tekanan pasar terlihat dari dominasi saham yang berakhir di zona merah.

Sebanyak 632 saham mengalami penurunan, sedangkan 118 saham berhasil menguat dan 213 saham lainnya ditutup stagnan.

Sejumlah saham berkapitalisasi besar maupun emiten yang aktif diperdagangkan mengalami koreksi signifikan. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) turun 14,94% menjadi Rp655 per saham, sementara PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) melemah 14,60% ke Rp965.

Tekanan juga menimpa PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) yang terkoreksi 11,48% ke Rp2.390. PT Petrosea Tbk. (PTRO) merosot 14,95% ke Rp4.040, sedangkan PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA) turun 12,03% menjadi Rp585.

Di sektor lainnya, PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) melemah 10,15% ke Rp1.505 dan PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk. (EXCL) turun 9,83% ke Rp2.110.

Sejumlah Saham Masih Bertahan di Zona Hijau

Di tengah tekanan pasar, beberapa emiten justru mampu mencatatkan penguatan. PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) memimpin daftar saham pilihan dalam data tersebut dengan kenaikan 4,83% ke level Rp8.675.

Penguatan turut dicatatkan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) sebesar 2,03% ke Rp3.020 dan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) sebesar 1,96% ke Rp2.080.

Saham PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) naik 1,75% ke Rp1.455. Sementara itu, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) menguat 1,44% menjadi Rp7.050 dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) bertambah 1,38% ke Rp25.725.

IHSG Berpotensi Melanjutkan Koreksi

Tim analis MNC Sekuritas menilai pergerakan IHSG masih memiliki risiko penurunan lanjutan. Dalam analisis teknikalnya, indeks diperkirakan sedang berada pada fase wave v dari wave c pada wave [y], berdasarkan label hitam dalam skenario perhitungan Elliott Wave.

Kondisi tersebut membuat IHSG berpotensi bergerak turun menuju kisaran 5.850โ€“5.911.

โ€œPergerakannya akan rawan melanjutkan koreksinya ke rentang 5.850โ€“5.911,โ€ tulis tim analis MNC Sekuritas dalam riset harian yang dikutip Selasa (13/10/2026).

MNC Sekuritas memetakan level support IHSG di 5.887 dan 5.744. Adapun area resistance diperkirakan berada pada level 6.216 dan 6.296.

Level-level tersebut dapat menjadi acuan bagi investor untuk mengamati arah pergerakan indeks, terutama di tengah tekanan jual yang mendominasi perdagangan sebelumnya.

Rekomendasi Saham Hari Ini

Menghadapi potensi volatilitas pasar, MNC Sekuritas menyampaikan sejumlah strategi transaksi saham yang dapat dicermati investor.

Untuk strategi buy on weakness atau membeli ketika harga melemah pada area yang dinilai menarik, analis merekomendasikan saham PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS), PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA), dan PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA).

Sementara itu, strategi sell on strength atau menjual ketika harga mengalami penguatan direkomendasikan untuk saham PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM).

Adapun untuk strategi trading buy, investor dapat mencermati Premier ETF SMinfra18 (XISI).

Dengan IHSG yang masih dibayangi risiko koreksi, investor disarankan memperhatikan level support dan resistance, pergerakan harga saham, serta profil risiko masing-masing sebelum mengambil keputusan transaksi.

Rekomendasi analis merupakan bahan pertimbangan, bukan jaminan keuntungan. Keputusan investasi tetap perlu didasarkan pada analisis dan strategi pengelolaan risiko yang sesuai.

(Dra/nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait