Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

IDF Nyatakan Akan Segera Memulai Serangan Baru untuk Kuasai Kota Gaza

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Foto yang dirilis oleh Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF) pada 13 Agustus 2025 ini menunjukkan kepala militer Israel, Eyal Zamir, menghadiri sebuah pertemuan para pejabat keamanan. (Foto: Xinhua/IDF)

Nusantaraterkini.co, YERUSALEM - Kepala militer Israel Eyal Zamir pada Minggu (17/8/2025) mengatakan bahwa pasukannya akan "segera" melancarkan serangan baru untuk menguasai Kota Gaza, pusat perkotaan terbesar di Jalur Gaza, meskipun ada peringatan internasional tentang konsekuensi bagi daerah kantong yang sudah hancur itu.

Zamir menyampaikan pernyataan tersebut dalam sebuah kunjungan lapangan di jalur itu, di mana dirinya berbicara dengan para komandan senior dan memaparkan rencana untuk tahap berikutnya dalam pertempuran, kata militer tersebut.

“Segera, kita akan beralih ke tahap berikutnya dari Operasi Kereta Perang Gideon,” ujarnya, Merujuk pada dimulainya kembali serangan Israel pada Maret setelah berakhirnya gencatan senjata yang mencakup transmisi sandera secara bertahap.

Baca Juga : 274 Jurnalis Gugur di Gaza Sejak Serangan Israel Oktober 2023

Pada tahap berikutnya, kata Zamir, militer akan "terus memperkuat serangan terhadap Hamas di Kota Gaza hingga kekalahannya yang pasti," mengerahkan "seluruh kemampuan di darat, udara, dan laut."

Dia menambahkan bahwa militer memiliki "kewajiban moral" untuk memulangkan sandera yang ditahan di Gaza, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal.

Pernyataan tersebut disampaikan sehari setelah Israel mengumumkan rencana untuk merelokasi penduduk dari Kota Gaza. COGAT, badan Kementerian Pertahanan Israel yang mengawasi operasi kemanusiaan di daerah kantong itu, mengatakan distribusi tenda kepada warga sipil akan dimulai pada hari Minggu, sebagai bagian dari persiapan "untuk memindahkan penduduk dari zona pertempuran ke selatan Gaza."

Hamas sendiri mengecam rencana tersebut dengan menyebutnya sebagai "gelombang baru genosida dan penggusuran" bagi ratusan ribu orang di Kota Gaza.

Baca Juga : Eropa Kecam Rencana Pengambilalihan Gaza oleh Israel

Menurut otoritas kesehatan Gaza, setidaknya 61.944 warga Palestina tewas dan 155.886 luka-luka akibat serangan udara dan penembakan Israel sejak 7 Oktober 2023, ketika pasukan yang dipimpin Hamas melancarkan serangan mematikan terhadap Israel.

Otoritas kesehatan Gaza pada Minggu mengatakan bahwa kelaparan terus meluas, dengan rumah sakit melaporkan tujuh kematian dalam 24 jam terakhir, termasuk dua anak-anak, akibat kelaparan dan malanutrisi. Hal itu menjadikan total kematian akibat kelaparan menjadi 258 orang, dengan 110 di antaranya adalah anak-anak.

(Zie/Nusantaraterkini.co)

Sumber: Xinhua