Heboh Guru Hukum Murid Duduk di Lantai, Terungkap Fakta Sebenarnya
Heboh Guru Hukum Murid Duduk di Lantai, Terungkap Fakta Sebenarnya
Nusantaraterkini.co, Medan - Belakangan dunia Maya dihebohkan dengan pemberitaan seorang guru diduga menghukum muridnya duduk di lantai karena Tunggakan SPP.
Setelah sekian banyak respon dari masyarakat hingga tokoh-tokoh publik hingga Presiden Prabowo, terungkap fakta sebenarnya.
BACA JUGA: Detik-detik Polda Riau Gagalkan Pengedaran 53,6 Kg dan 49.682 Butir Ekstasi
Di mana beredar video rekaman cctv menunjukkan bahwa tak ada hukuman murid duduk di lantai.
Unggahan video tersebut pun viral di media sosial hingga berhasil menarik perhatian warga net.
Ketua Yayasan Abdi Sukma, Ahmad Parlindungan mengatakan, pihaknya membuka CCTV ruangan kelas siswa yang disuruh duduk di lantai oleh wali kelasnya.
Dalam rekaman CCTV tersebut, kata Ahmad, tidak ada yang memperlihatkan wali kelas untuk menyuruh siswanya duduk di lantai.
Diakui Ahmad, Wali kelas sempat menyuruh siswanya duduk di lantai selama dua hari mulai dari hari Senin dan selasa (6-7/1/2025).
Namun, kata Ahmad di hari ke tiga, Wali Kelas tidak ada menyuruh duduk di lantai.
"Ada hal yang aneh dr CCTV yang kami lihat tadi. Hari senin tanggal 6-7 Januari 2025 kami akui itu memang benar wali kelas yang menyuruh duduk di lantai. Tapi di hari ke tiga sesuai CCTV itu wali kelas tidak ada meminta duduk di lantai," terangnya saat ditemui usai memenuhi panggilan dari Ombudsman Sumut.
Puluhan wali murid lain, sangat heran dengan kejadian soal hukuman karena tunggak SPP.
Selama ini banyak yang mendapat bantuan PIP dan bantuan lain untuk SPP.
Mengapa Kamelia menunggak sementara bantuan banyak diperoleh?
Dari video yang diduga rekayasa ulang Kamelia, tak sedikit yang berempati.
Bahkan Presiden Prabowo ikut 'kena prank' memberikan bantuan cepat.
Video CCTV panjang 3.45 menit.
Kakak Orang Tua Murid Minta Maaf
Sementara itu, seorang wanita yang disebut kakak dari Kamelia ibu siswi, meminta maaf kepada publik.
Ia merasa malu lantaran adeknya berbuat begitu.
BACA JUGA: Buka Sidang Paripurna, Ketua DPD Bahas soal Program MBG
"Saya minta maaf. Tolong hentikan. Semua fakta tidak seperti yang diungkapkan adek saya," katanya.
(mft/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
-
HUKUM DAN KRIMINALKejagung Geledah 6 Lokasi Kasus Korupsi Tambang Nikel Sultra, Sita Uang Rp11,8 Miliar
hendra·1 jam yang lalu -
NEWS VIDEOKetua DPD Terima Delegasi Tatarstan, Jajaki Peluang Kerja Sama Ekonomi Indonesia-Rusia
Fadli Tara·1 jam yang lalu -
SUMSELDPR RI Soroti Rendahnya Penyerapan KUR di Sumsel dan Dorong Percepatan Kawasan Industri
hendra·1 jam yang lalu -
NEWSBobby Nasution Diminta Hentikan Sementara Proyek Turap Sungai di Tapteng, Besi Berkarat Jadi Sorotan
hendra·2 jam yang lalu -
NEWSPemkab Nias Selatan Finalisasi Ranperda Perlindungan Lahan Pertanian, Ini 5 Poin Penting Hasil FGD
hendra·2 jam yang lalu -
EKONOMIKetua DPD Ajak Daerah Jajaki Peluang Kerja Sama Ekonomi dengan Tatarstan Rusia
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
KESEHATANRSUD Pirngadi Medan Mulai Layani Penanganan Kateterisasi Jantung
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
NEWS VIDEOPemerintah Angkat PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Rekrutmen CPNS Dibuka November 2026
Fadli Tara·3 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALNasional Institut Desak Kapolri Ungkap Mastermind di Balik Penyadapan Presiden Prabowo
Rozie Winata·4 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan