Viral Atap Rumah Warga Bolong Kena Bongkahan Dry Ice, Ini Kata BMKG!
Viral Atap Rumah Warga Bolong Kena Bongkahan Dry Ice, Ini Kata BMKG!
Nusantaraterkini.co, PALEMBANG - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan terkait video viral di media sosial mengenai dugaan bongkahan dry ice Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang menimpa dan membolongi atap salah satu rumah warga di Palembang, Minggu (18/10/2026).
Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang Siswanto menyebut jika bahan baku dry ice untuk penyemaian awan idealnya berukuran sekitar tiga milimeter.
Namun, proses penyimpanan material di ruang pembeku berpenerangan sangat dingin berpotensi membuat butiran es membeku serta menyatu membentuk bongkahan saat awal uji coba.
“Semestinya bahan dry ice itu memang ukurannya 3 mili ya. Tetapi pada saat di penyimpanan itu kan diletakkan di ruang beku yang cukup dingin ya,” ujar Siswanto saat diwawancarai langsung di Kantor Lanud Sri Mulyono Herlambang.
BMKG mengungkapkan jika pada hari pertama pelaksanaan uji penyemaian teknologi baru ini, lubang pembuangan pada pesawat memang belum dilengkapi dengan jaring penyaring khusus.
Temuan tersebut langsung menjadi bahan evaluasi cepat tim operasional dengan memasang penyaring serta alat pemecah guna memastikan butiran es yang keluar berukuran aman dan presisi.
“Untuk hari berikutnya itu sudah menjadi evaluasi kami, itu ada penyaring ukurannya sendiri, kemudian ada alat pemecahnya sehingga ukuran dry ice pada saat disemai sudah kecil,” ungkapnya.
Menanggapi tayangan video yang beredar luas di masyarakat, pihak BMKG meragukan jika bongkahan es tersebut sanggup menembus atau merusak atap bangunan warga, khususnya yang berbahan seng.
Secara hukum fisika, material es yang dijatuhkan dari ketinggian atmosfer akan mengalami gesekan udara secara terus-menerus sehingga ukurannya otomatis menyusut sebelum menyentuh tanah.
“Kalau dampaknya sampai merusak atap ini kayaknya kurang jelas, kalau atap seng saya yakin enggak. Karena kalaupun bongkahan awal agak besar, ketika dijatuhkan dari ketinggian tertentu dia akan tergesek oleh angin, harusnya mengecil,” terangnya.
Meskipun demikian, BMKG memastikan seluruh prosedur operasional penyemaian awan terus diperketat demi menjamin keamanan serta kenyamanan masyarakat di bawah rute penerbangan.
“Kami terus melakukan evaluasi agar pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca ini tetap berjalan optimal dan aman bagi masyarakat,” pungkasnya.
(Tia/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NASIONALSurvei PPl: Kepuasan Publik atas Kinerja Pemerintah dan Prabowo Tembus 65 Persen
Rozie Winata·31 menit yang lalu -
-
NEWS VIDEOViral Atap Rumah Warga Bolong Kena Bongkahan Dry Ice, Ini Kata BMKG!
Fadli Tara·1 jam yang lalu -
OLAHRAGAAnggaran P-APBD 2026 Tidak Disahkan, KONI Deliserdang Andalkan Dana Swadaya untuk Berangkatkan Atlet ke Porprovsu XII
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
-
SUMUTPenumpang Stasiun Perbaungan Tumbuh 19 Persen, KAI Optimalkan Konektivitas dan Logistik di Serdang Bedagai
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
-
-
NEWS VIDEOKunjungan Perdana di Sumsel, Kepala BNPB yang Baru Soroti Penanganan Karhutla dan Uji Coba Dry Ice
Fadli Tara·3 jam yang lalu -
INTERNASIONALWali Kota di Prancis Diserang Pemukim Ilegal Israel di Tepi Barat
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan