Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Harun Al Rasyid dan Kuda Berastagi Sabet Perunggu, DIY Rebut Emas Berkuda Endurance PON 2024

Editor:  Feriansyah Nasution
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Rider Berkuda Sumut, Harun Al Rasyid Nasution (kanan)yang menunggangi Rina Nose Kuda asal Berastagi menyabet perunggu pada Disiplin Equestrian-Endurance atau Ketahanan di PON XXI Aceh-Sumut 2024./Ist

Nusantaraterkini.co, SERGAI - Rider Berkuda Sumut, Harun Al Rasyid Nasution yang menunggangi Rina Nose Kuda asal Berastagi menyabet perunggu pada Disiplin Equestrian-Endurance atau Ketahanan di PON XXI Aceh-Sumut 2024

Sedangkan yang merebut emas adalah atlet dan kuda asal Daerah Khusus Yogyakarta (DIY) dengan rider M Sofian dan tunggangannya Askor. 

Rasyid Trisandi asal Lampung yang menunggangi kudanya Halimeh berada di posisi kedua berhak mendapatkan perak. 

Baca Juga : Sempat Terjatuh di Ronde 1, Atlet Berkuda Sumut Dinov Sabet Emas

Pada PON 2024, Berkuda Ketahanan atau yang juga dikenal dengan sebutan Tunggang Tangguh, diikuti 27 peserta dari sembilan provinsi, yakni Riau, Aceh , DIY, Lampung, Kalsel, Sumut, Jawa Barat, NTB, dan Banten. 

Kompetisi Ketahanan yang menempuh jarak 60 Km berada di Jericho Stable hingga menembus ke perkebunan milik Konsumen di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Rabu (11/9/2024). 

Dari start lomba, M Sofian yang menunggangi Askor tampil stabil. Begitu juga di etape kedua, M Sofian tampil stabil hingga etape akhir menyelesaikan lomba tepat waktu.

Baca Juga : PON XXI Aceh-Sumut: DKI Jakarta Sukses Raih Medali Emas Cabor Berkuda

Atlet Ketahanan Sumut Harun Al Rasyid Nasution mengaku sangat terharu dengan kemenangan yang diraihnya dan tunggangannya Rina Nose. Pasalnya, ia hanya melatih kuda sado asal Berastagai dalam waktu sekitar 10 hari. 

"Syukur alhamdulillah, saya sangat senang dan terharu, kuda yang sehari-hari dipakai sebagai kuda sado di Berastagi bisa meraih medali PON 2024 ini. Semoga di masa depan kuda-kuda asal Sumut semakin baik dan semakin tangguh," ucapnya. 

Sekadar untuk diketahui, dikutip dari Wikipedia, Tunggang Tangguh adalah olahraga berkuda yang didasarkan pada perlombaan jarak jauh yang terkontrol. Ini adalah salah satu kompetisi internasional yang diakui oleh FEI. Ada tunggang tangguh di seluruh dunia. Tunggang tangguh bisa menempuh jarak berapapun, meski jarang melebihi 160 km untuk kompetisi satu hari.

Ada dua jenis utama menunggang jarak jauh, yaitu tunggang jalur persaingan dan tunggang tangguh. 

Dalam tunggang tangguh, kuda pemenang adalah yang pertama melewati garis finis sambil berhenti secara berkala untuk melewati pemeriksaan dokter hewan yang menyatakan hewan tersebut dalam keadaan sehat dan layak untuk melanjutkan. Seperti halnya lari maraton manusia, banyak penunggang akan berpartisipasi untuk meningkatkan performa terbaik pribadi kudanya dan mempertimbangkan menyelesaikan jarak dengan rekor penyelesaian dokter hewan yang tepat sebagai "kemenangan".

(fer/nusantaraterkini.co)