Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Harga Tomat Tembus Rp18.000 per Kilogram, Pembeli dan Penjual Mengeluh

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Elvirida Lady Angel Purba
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Pedagang tomat menjajakan dagangannya di Pasar MMTC Medan (Foto: Elvirida Lady Angel Purba/Nusantaraterkini.co)

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Harga tomat di Pasar MMTC Medan melonjak tajam, dari Rp12.000 menjadi Rp18.000 per kilogram. Kenaikan harga ini bikin bingung pembeli dan pedagang yang merasakan langsung dampaknya.

Sari, salah satu pembeli di Pasar MMTC, mengungkapkan kekesalannya.

Baca Juga : Bulan Ramadan Harga Bahan Pangan Alami Kenaikan, Pasar Raya MMTC Sepi Pengunjung

"Biasanya Rp12.000 sudah dapat satu kilo, sekarang harus bayar Rp18.000. Udah mahal kali, anggaran belanja pun jadi kacau. Kami mamak-mamak ini jadi pusing ngatur duit belanja, apalagi kalau semua harga ikut naik,” ujarnya.

Baca Juga : Harga Ayam Mulai Turun, Harga Telur Justru Meningkat

Selain itu, banyak ibu rumah tangga lainnya yang juga mengeluh, bahkan beberapa mulai mengurangi pemakaian tomat dalam masakan. 

“Biasanya buat sambal pakai banyak tomat, sekarang cuma berani beli satu atau dua biji aja. Terpaksa hemat, nggak bisa kayak biasa lagi,” kata Tina.

Baca Juga : Kenaikan Harga Tomat Tak Pengaruhi Daya Beli Masyarakat di Samosir

Sementara itu, Yanto, pedagang tomat di Pasar MMTC merasa kenaikan ini bikin dagangannya susah laku. 

Baca Juga : Harga Tomat Anjlok ke Rp1.000 Per Kilogram, Petani Simalungun Menjerit

“Barang ini naik harganya dari sananya. Kami pun bingung, apalagi pembeli yang biasanya borong, sekarang beli sedikit atau malah nggak beli sama sekali. Kalau terus begini, kami pun lama-lama rugi,” katanya.

Para pedagang mengungkapkan, kenaikan harga tomat disebabkan pasokan dari petani yang berkurang akibat cuaca buruk. Mereka berharap pemerintah bisa turun tangan menjaga ketersediaan stok atau mencari cara agar harga lebih stabil.

Baca Juga : Rencana Pelarangan Impor Pakaian Bekas Dinilai Berpotensi Memukul Ekonomi Rakyat di Medan

Sementara itu, ibu-ibu berharap harga segera turun supaya belanjaan bisa lebih ringan. 

Baca Juga : Pedagang Pakaian Bekas di Kota Medan Tolak Rencana Penindakan Pemerintah

“Kalau harga bisa turun, tenanglah kami ini. Makan enak pun nggak pusing terus,” tutup Sari sambil berharap situasi segera membaik.

(Cw9/Nusantaraterkini.co)