Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Harga Ayam Mulai Turun, Harga Telur Justru Meningkat

Editor:  Fadli Tara
Reporter: Elvirida Lady Angel Purba
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
penjual ayam di pasar MMTC Medan ( Sumber foto: Elvrida Lady Angel Purba)

Nusantaraterkini.co, Medan — Harga pangan di pasar MMTC Medan mengalami dinamika yang memengaruhi aktivitas jual-beli masyarakat.

Berdasarkan hasil pantauan Nusantaraterkini.co, Harga ayam yang biasanya dijual di harga normal Rp28.000 per kilogram sempat naik menjadi Rp35.000, kini mulai turun kembali menjadi Rp30.000 per kilogram. 

Baca Juga : Krisis BBM di Padangsidimpuan, Pedagang Kecil Mengeluh

Sementara itu, harga telur ayam justru menunjukkan tren sebaliknya dengan kenaikan signifikan. Jika sebelumnya telur dijual sekitar Rp1.400 per butir, kini naik menjadi Rp1.700 untuk ukuran kecil dan Rp2.000 untuk ukuran besar.

Baca Juga : Komisi VI Desak Kemendag Gerak Cepat Kendalikan Harga Sembako

Penurunan harga ayam ini memberikan angin segar bagi para konsumen. Robi (35), seorang pedagang ayam di pasar MMTC, menyebutkan bahwa harga ayam turun karena permintaan dari konsumen belakangan ini agak menurun, sehingga stok lebih banyak. 

“Harga ayam normalnya di Rp28.000, jadi pas kemarin naik ke Rp35.000 memang banyak yang komplain. Sekarang sudah turun, jadi pembeli lebih antusias lagi belanja,” ungkap Robi (13/11/24).

Baca Juga : Bulan Ramadan Harga Bahan Pangan Alami Kenaikan, Pasar Raya MMTC Sepi Pengunjung

Sementara itu, harga telur yang terus naik memberi tantangan tersendiri bagi para pembeli. Lia (30), seorang pembeli mengeluh dengan harga saat ini. 

Baca Juga : Harga Tomat Tembus Rp18.000 per Kilogram, Pembeli dan Penjual Mengeluh

“Dulu beli satu butir sekitar Rp1.400, sekarang Rp1.700 atau bahkan Rp2.000. Kenaikan ini terasa sekali di kantong,” katanya. Lia mengakui bahwa kenaikan ini membuatnya harus mengatur ulang anggaran belanja agar tetap bisa memenuhi kebutuhan pokok.

Di sisi pedagang telur, Samin (40), menyampaikan bahwa kenaikan ini tidak dapat dihindari karena biaya produksi yang ikut meningkat. 

Baca Juga : Rugikan Negara 13 Miliar, Kejati Sumut Tetapkan Tersangka Pengerjaan KSPN Toba

“Pakan ternak semakin mahal, jadi kita terpaksa naikkan harga. Kalau kita jual terlalu murah, justru usaha kita rugi,” jelasnya. 

Baca Juga : Prabowo Tegaskan Elite Gagal Kelola Kekayaan Bangsa, Serukan Persatuan Berantas Kemiskinan dan Sampah

Samin berharap agar harga bisa kembali stabil. 

"Mudah-mudahan harga segera normal lagi, biar pembeli juga tidak keberatan dan jualan kami bisa lancar," ujarnya.

(Cw9/Nusantaraterkini.co)