Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Rencana Ekspor 1 Juta Ton Beras Disebut Taruhan Berbahaya bagi Ketahanan Pangan Nasional

Editor:  hendra
Reporter: Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Anggota DPR RI Firman Subagyo (foto:istimewa)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Anggota Komisi IV DPR Firman Soebagyo mengingatkan pemerintah agar tidak tergesa gesa merencanakan ekspor beras di tengah kondisi ketahanan pangan nasional yang masih rentan karena anomali cuaca yang tidak menentu.

Ia menyoroti rencana Bulog mengekspor 1 juta ton beras ke Asia sebagai kebijakan yang berisiko tinggi untuk ketahanan pangan dan stok nasional.

Firman mengingatkan Indonesia baru saja mengalami krisis beras pada 2023 akibat El Nino yang memicu kemarau panjang dan memaksa pemerintah mengimpor dalam jumlah besar. 

Baca Juga : DPR Apresiasi Swasembada Pangan, Wanti-wanti Ancaman Distribusi

Menurutnya, kondisi saat ini juga masih diwarnai anomali cuaca, potensi banjir, dan risiko gagal panen.

“Jangan mengulang kesalahan masa lalu. Beras bukan komoditas biasa, ini menyangkut perut rakyat. Kalau salah hitung, harga bisa melonjak dan pasokan bisa terganggu,” tegas Firman, Senin (9/2/2026).

Politikus Senior Golkar ini mendesak pemerintah dan Bulog memprioritaskan penguatan cadangan dan syok beras nasional sebelum melakukan ekspor. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan.

Baca Juga : DPR Dorong Satgas PKH Dibentuk Badan Permanen di Bawah Presiden

Firman yang juga Legislator dapil Jateng III ini meminta pemerintah meningkatkan produksi dalam negeri dan memperkuat sistem antisipasi dampak cuaca ekstrem agar Indonesia tidak kembali tergantung pada impor. 

(LS/Nusantaraterkini.co).