Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Harga Gabah Turun, Petani di Aceh Besar Mengeluh

Editor:  hendra
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Harga Gabah Turun, Petani di Aceh Besar Mengeluh. Rosmaini (53) petani asal gampong Ateuk Lampeuot Kec. Simpang Tiga sedang mengumpulkan hasil panen. (Foto: MC Abes).

nusantaraterkini.co, ACEH - Petani di Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, mengeluhkan harga gabah yang lebih rendah dari harga pembelian yang telah ditetapkan pemerintah

Saat ini, harga gabah di tingkat petani berkisar antara Rp6.000 hingga Rp6.200 per kilogram, sementara pemerintah melalui Badan Pangan Nasional telah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram sesuai Keputusan Nomor 2 Tahun 2025.

Baca Juga : Komisi VII Dukung Pemerintah Kembangkan Koperasi ke Sektor Usaha Besar

Rosmaini (53), seorang petani asal Gampong Ateuk Lampeuot, berharap hasil panennya dapat dibeli dengan harga yang sesuai HPP agar ia bisa memperoleh keuntungan.

“Saya berharap hasil panen ini dibeli sesuai dengan HPP, agar bisa mendapat keuntungan pada musim tanam ini. Sebab sawah ini milik orang yang saya kelola," ujar Rosmaini dikutip RMOL, Selasa (11/2/2025).

Rosmaini mengungkapkan bahwa dirinya sangat terpukul karena musim tanam sebelumnya gagal panen akibat kekeringan yang melanda daerahnya. Ia berharap harga gabah tidak terus turun, karena akan semakin menyulitkan petani.

Baca Juga : Analisis Perbandingan Indonesia dan Malaysia: Sejarah, Sumber Daya, Ekonomi, dan Peran Global

"Oleh karena itulah, panen kali ini janganlah harganya turun terus. Kapan kami para petani bisa untung jika harga jual saat panen selalu rendah?" keluhnya.

Menanggapi kondisi ini, Perum Bulog Aceh menurunkan tim untuk melakukan monitoring ke wilayah panen di Kecamatan Simpang Tiga serta berkoordinasi dengan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) setempat. 

Langkah ini bertujuan untuk menjelaskan mekanisme penyerapan gabah petani oleh Bulog agar petani mendapatkan harga yang sesuai dengan ketetapan pemerintah.

“Kami dari Bulog siap menyerap gabah dari petani dengan harga Rp6.500 per kilogram. Begitu panen, petani bisa langsung menghubungi kami melalui penyuluh pertanian setempat, dan kami akan mengirim tim untuk menjemput hasil panen langsung di lokasi,” ujar utusan Bulog Aceh, Mahlizar, di kantor BPP Simpang Tiga.

Baca Juga : BKSDA Angkat Bicara Usai Gajah yang Minta Diobati Mati di Aceh Timur

Mahlizar menjelaskan bahwa Bulog juga berupaya membantu petani dengan menjemput gabah langsung ke lokasi pertanian, sehingga petani tidak perlu menambah biaya pengangkutan. Pembayaran pun akan dilakukan melalui transfer ke rekening petani untuk memastikan transparansi.

"Kami akan jemput langsung gabah ke petani agar tidak menambah beban transportasi. Terkait pembayaran, kami akan berusaha mentransfer langsung ke rekening petani," tambahnya.

Sementara itu, Koordinator BPP Simpang Tiga, Khaidir, menyambut baik langkah Bulog dalam membantu petani mendapatkan harga yang lebih layak. 

Menurutnya, selama ini petani kerap menjual gabah dengan harga yang lebih rendah kepada agen pengumpul karena berbagai alasan, seperti kadar air yang tinggi dan kebutuhan petani untuk mendapatkan pembayaran tunai segera.

"Selama ini petani kita menjual gabah seharga Rp6.000 hingga Rp6.200 kepada agen pengumpul, itupun sangat sulit. Agen sering beralasan gabah masih basah atau kadar airnya tinggi. Selain itu, petani juga membutuhkan uang tunai untuk membayar biaya panen dan angkut, sehingga mereka bergantung pada agen yang selalu berada di lokasi saat panen tiba," tutup Khaidir.

(Dra/nusantaraterkini.co).