Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Harga Emas Spot Naik 1% di Level US$2.649,73 Per Ons Troi Didorong Oleh Permintaan Safe Haven dan Penurunan Imbal Hasil Obligasi AS

Editor:  Team
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
harga emas spot naik 1% menjadi US$2.649,73 per ons troi pada pukul 9:47 pagi ET (1446 GMT), level tertinggi sejak 18 Desember. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS naik 0,8% menjadi $2.663,20.(sumber foto: istock)

Nusantaraterkini.co, Jakarta - Pada perdagangan Kamis (2/1/2025) harga emas spot naik 1% menjadi US$2.649,73 per ons troi pada pukul 9:47 pagi ET (1446 GMT), level tertinggi sejak 18 Desember. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS naik 0,8% menjadi $2.663,20. 

Harga emas naik ke level tertinggi dua minggu didorong oleh permintaan safe-haven serta penurunan imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS).

BACA: Harga Emas Antam Naik Rp9.000 Dibanderol di Level Rp1.524.000 Per Gram di Perdagangan Kamis (2/1/2025)

Baca Juga : Harga Emas Tahun 2026 Masih Bullish

Pasar juga bersiap menyikapi proyeksi suku bunga The Fed dan kebijakan tarif perdagangan Presiden terpilih Donald Trump yang akan segera diberlakukan. 

Penurunan imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun membuat emas, yang tidak menghasilkan bunga, menjadi lebih menarik bagi investor. 

BACA: Harga Emas Antam Naik Rp2.000 Dibanderol di Level Rp1.528.000 Per Gram di Perdagangan Senin (30/12/2024)

Baca Juga : Tensi Geopolitik Sedikit Mereda, Harga Emas dan IHSG Kompak Naik

“Saat ini tidak ada berita besar yang menggerakkan pasar, tetapi kekuatan geopolitik seperti ketegangan internasional dan ketidakpastian keuangan, terutama menjelang pelantikan Presiden terpilih Trump, memberikan dukungan,” kata analis StoneX, Rhona O’Connell. 

Emas cenderung menguat dalam lingkungan suku bunga rendah dan berfungsi sebagai lindung nilai terhadap risiko ekonomi dan geopolitik. 

BACA: Harga Emas Antam Tak Bergerak Masih Bersandar di Level Rp1.526.000 Per Gram di Perdagangan Minggu (29/12/2024)

Baca Juga : Rupiah Lanjutkan Tren Penguatan, Dolar AS Tertekan di Level Rp16.760

Serangan drone Rusia di Kyiv pada Rabu pagi menyebabkan kerusakan di dua distrik, sementara militer Israel menyerang sebuah daerah di pinggiran Gaza City, memperburuk ketegangan global. 

Investor kini menantikan data pasar tenaga kerja AS minggu depan, laporan ADP Employment, risalah rapat FOMC Desember, dan laporan ketenagakerjaan untuk memperkirakan arah kebijakan suku bunga pada 2025. 

BACA: Harga Emas Antam Naik Rp8.000 Berada di Level Rp1.528.000 Per Gram di Perdagangan Jumat (27/12/2024)

Baca Juga : Rupiah Menguat di Awal Pekan, Dolar AS Tertekan ke Rp16.770

Pada 2024, pemotongan suku bunga, pembelian emas oleh bank sentral, dan ketegangan geopolitik mendorong harga emas ke level tertinggi sepanjang masa, dengan kenaikan tahunan lebih dari 27%, kinerja terbaik sejak 2010. 

“Koreksi atau konsolidasi di awal tahun dapat menjadi pijakan untuk reli yang lebih besar,” kata Fawad Razaqzada, analis pasar di Forex.com, menambahkan bahwa target harga emas US$3.000 per ons troi adalah hal yang realistis. 

“Pelemahan ‘Trump Trade’ – fenomena yang ditandai oleh dolar AS yang kuat dan pasar ekuitas yang tangguh – dapat melemahkan dolar dan mendukung harga emas,” tambahnya. 

Baca Juga : IHSG Masih Tertekan Sentimen MSCI, Simak Strategi dan Rekomendasi Saham Senin 2 Februari 2026

Pelantikan Trump pada 20 Januari mendatang meningkatkan ketidakpastian, dengan tarif dan kebijakan proteksionisnya diperkirakan bersifat inflasioner dan berpotensi memicu perang dagang. 

Selain emas, harga perak spot naik 2,1% menjadi US$29,48 per ons troi, palladium menguat 1,3% menjadi US$922,04, dan platinum naik 2,1% menjadi US$922,85.(reuters)