Nusantaraterkini.co, Jakarta - Pada perdagangan Senin (23/12/2024) harga emas spot di pasar spot mengalami penguatan didukung oleh aksi short covering setelah mencatat kerugian mingguan pada Jumat (20/12) akibat sikap hati-hati The Fed terhadap pemotongan suku bunga tahun depan.
BACA: Harga Emas Spot Tercatat Turun 0,96% dari Posisi US$ 2.648,23 Per Ons Troi Dalam Sepekan
Berdasarkan data yang dilansir dari Reuters, harga emas spot naik 0,2% menjadi US$2.626,44 per ons troi pada pukul 10.13 WIB (0313 GMT). Sementara emas berjangka Amerika Serikat (AS) turun tipis 0,1% ke $2.642,10.
Baca Juga : Harga Emas Tahun 2026 Masih Bullish
Pemotongan suku bunga sebesar 25 basis poin oleh The Fed pada 18 Desember, serta proyeksi ekonomi yang hati-hati dan ekspektasi pemotongan yang lebih sedikit pada 2025, menekan harga emas spot ke level terendah sejak 18 November pada pekan lalu.
BACA: Harga Emas Spot Sedikit Berubah Berada di Level US$ 2.596,89 Per Ons Troi
"Kami mulai memasuki mode liburan, dan harga emas terutama terbantu oleh aksi short covering yang dimulai sejak Jumat, ditambah adanya dukungan teknikal," ujar Ajay Kedia, Direktur Kedia Commodities di Mumbai.
Baca Juga : Tensi Geopolitik Sedikit Mereda, Harga Emas dan IHSG Kompak Naik
Pada Jumat, harga emas naik karena pelemahan dolar AS dan imbal hasil Treasury setelah data ekonomi AS menunjukkan perlambatan inflasi.
BACA: Harga Emas Merosot Mendekati Level Terendah ke Level US$ 2.588,8 Per Ons Troi
Data pada Jumat menunjukkan inflasi bulanan di AS melambat pada November, setelah sedikit perubahan dalam beberapa bulan terakhir.
Baca Juga : Rupiah Lanjutkan Tren Penguatan, Dolar AS Tertekan di Level Rp16.760
Indeks pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) naik 0,1% pada bulan lalu, setelah kenaikan yang tidak berubah sebesar 0,2% pada Oktober.
Presiden The Fed Bank of San Francisco Mary Daly bersama dua pembuat kebijakan lainnya pada Jumat menyatakan bahwa bank sentral kemungkinan akan melanjutkan pemotongan suku bunga tahun depan, tetapi dengan pendekatan yang lebih hati-hati mengingat fase "recalibration" telah usai.
Baca Juga : Rupiah Menguat di Awal Pekan, Dolar AS Tertekan ke Rp16.770
Sementara itu, bank sentral Rusia mempertahankan suku bunga utama di angka 21% pada Jumat, yang mengejutkan pasar.
Suku bunga yang lebih tinggi mengurangi daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Di sisi lain, spekulator emas di bursa COMEX memangkas posisi net long sebanyak 16.251 kontrak menjadi 203.937 kontrak pada pekan yang berakhir 17 Desember, menurut data yang dirilis pada Jumat.
"Saya melihat ada dukungan kuat untuk emas di level US$2.595, dengan level resistensi di US$2.664," tambah Kedia.
Di tempat lain, harga perak spot naik 0,7% menjadi US$29,72 per ons troi, platinum menguat 1% ke US$935,47, dan paladium bertambah 0,2% menjadi US$922,31.
