Harga Emas Spot Tercatat Turun 0,96% dari Posisi US$ 2.648,23 Per Ons Troi Dalam Sepekan
Nusantaraterkini.co, Jakarta - Pada perdagangan Jumat (13/12/2024) lalu harga emas spot naik 1,11% menjadi $2.622,91 per ons troi. Namum, harga emas spot tercatat turun 0,96% dari posisi US$ 2.648,23 per ons troi dalam sepekan.
BACA: Harga Emas Spot Sedikit Berubah Berada di Level US$ 2.596,89 Per Ons Troi
Harga emas melanjutkan kenaikan pada hari Jumat, didukung oleh dolar yang lebih lemah dan imbal hasil Treasury setelah data ekonomi Amerika Serikat (AS) menunjukkan perlambatan inflasi.
Tetapi prospek suku bunga hawkish Federal Reserve membuat emas tetap berada di jalur penurunan mingguan.
BACA: Harga Emas Merosot Mendekati Level Terendah ke Level US$ 2.588,8 Per Ons Troi
Harga emas berjangka AS ditutup naik 1,42% menjadi US$ 2.645,10 per ons troi. Harga emas kontrak Februari 2025 di Commodity Exchange ini juga melemah 1,15% dalam sepekan.
Dolar AS melemah 0,6% dari level tertingginya dalam dua tahun. Pelemahan dolar AS membuat emas lebih murah bagi pembeli yang memegang mata uang lain. Sementara imbal hasil Treasury turun tipis dari level tertinggi lebih dari enam bulan.
BACA: Daftar Harga Emas Antam, UBS dan GALERI 24 di Pegadaian Hari Ini Selasa, 10 Desember 2024
Laporan menunjukkan bahwa inflasi bulanan AS melambat pada bulan November setelah menunjukkan sedikit perbaikan dalam beberapa bulan terakhir.
Indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) naik 0,1% bulan lalu setelah kenaikan 0,2% yang tidak direvisi pada bulan Oktober.
"Tidak hanya data PCE, data pendapatan pribadi, dan data pengeluaran pribadi semuanya keluar lebih lemah dari yang diharapkan. Kami melihat orang-orang kembali ke pasar emas di sini dan membangun kembali posisi," kata Phillip Streible, kepala strategi pasar di Blue Line Futures seperti dikutip Reuters.
Dia menambahkan bahwa pergeseran prediksi The Fed untuk dua pemotongan suku bunga tahun depan sudah diperhitungkan pasar pada pekan ini. Hal ini membuat aksi jual emas yang dramatis setelah rapat The Fed di tengah pekan.
"Sekarang muncul kembali kemungkinan tiga pemotongan suku bunga dalam kebijakan yang lebih akomodatif, tetapi masih terlalu dini untuk mengatakannya," imbuh Streible.
Dot plot The Fed pada hari Rabu menunjukkan hanya dua pemotongan suku bunga sebesar 25 bps pada tahun 2025. Ini menandakan pelonggaran yang lebih sedikit dari yang diproyeksikan pada bulan September.
Suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang untuk memegang emas, yang tidak menghasilkan bunga apa pun.
"Dengan permintaan fisik yang bertahan pada level terendah saat ini, ini berarti kita sekarang menuju tahun 2025 dengan ekspektasi pemangkasan suku bunga Fed yang relatif rendah, sesuatu yang dapat memicu kenaikan emas jika ketakutan inflasi berakhir menjadi berlebihan, yang memungkinkan Fed lebih banyak manuver," kata JPMorgan dalam sebuah catatan.
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
-
NASIONALTrump dan Xi Redakan Ketegangan, Dunia Menatap Babak Baru Hubungan AS-Tiongkok
hendra·42 menit yang lalu -
NEWSSurat Advokat Jadi Objek Perkara Pidana, Hasrul Benny: Ini Kriminalisasi Produk Advokat
hendra·53 menit yang lalu -
KRIMINALPolisi Gagalkan Pengiriman 296 Cartridge Etomidate dari Malaysia ke Medan, Nilainya Rp888 Juta
hendra·1 jam yang lalu -
INTERNASIONALKlaster Mewah Lapas Cibinong Diusut, Menteri Imipas Siapkan Sanksi hingga Pencopotan
hendra·2 jam yang lalu -
KRIMINALBea Cukai Gagalkan Peredaran 2,3 Juta Batang Rokok Ilegal di Kutai Kartanegara
hendra·2 jam yang lalu -
NEWS287,2 Ton Jagung Berhasil Dikirim Polres Binjai ke Bulog Medan Sejak Program Ketahanan Pangan Polri Diluncurkan
hendra·3 jam yang lalu -
KRIMINALResidivis Curanmor di Langkat Ditangkap, Motor Purnawirawan TNI AD Jadi Sasaran
hendra·3 jam yang lalu -
PERISTIWAEmpat Anggota OPM Tewas dalam Kontak Tembak dengan TNI di Intan Jaya
hendra·4 jam yang lalu -
SUMUTWali Kota Binjai Lantik Sofyan Syahputra Siregar Jadi Kadis Pendidikan, 41 Kepala Sekolah Terima SK
hendra·4 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan