Fernando Emas Nilai Pernyataan Qodari Rugikan Citra Pemerintahan Prabowo
Fernando Emas Nilai Pernyataan Qodari Rugikan Citra Pemerintahan Prabowo
Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, mengkritik pernyataan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Muhammad Qodari, terkait klaim kerja sama dengan sejumlah media homeless yang belakangan menuai polemik.
Fernando menilai, sebagai “corong” komunikasi pemerintah, Qodari seharusnya lebih berhati-hati dan teliti sebelum menyampaikan informasi kepada publik agar tidak menimbulkan kontroversi.
“Sebagai corong komunikasi pemerintah, seharusnya Kepala Bakom Muhammad Qodari berhati-hati dan teliti sebelum menyampaikan kepada publik sehingga tidak menjadi polemik,” ujar Fernando Emas, Sabtu (9/5/2026).
Menurut Fernando, klaim Qodari yang menyebut Badan Komunikasi Pemerintah telah menjalin kerja sama dengan beberapa media homeless justru langsung mendapat bantahan dari sejumlah media. Kondisi tersebut dinilai dapat mencoreng citra pemerintahan Prabowo Subianto di mata masyarakat.
Ia juga menyinggung latar belakang Qodari sebagai peneliti yang dinilai seharusnya memahami pentingnya proses verifikasi sebelum menyampaikan informasi ke ruang publik.
“Seharusnya, dengan latar belakang Qodari sebelumnya sebagai peneliti sudah sangat mengerti langkah-langkah untuk melakukan verifikasi terkait media yang diajak kerja sama dengan Bakom,” katanya.
Fernando bahkan menilai polemik tersebut seolah memberi kesan buruk terhadap pemerintahan Prabowo. Karena itu, ia menyarankan agar Qodari mempertimbangkan kembali posisinya apabila merasa tidak nyaman menjalankan tugas di Bakom.
“Kalau memang Qodari merasa tidak nyaman di Bakom, sebaiknya meminta kepada Prabowo Subianto untuk mengisi posisi lain yang dianggap bisa bekerja maksimal daripada memaksakan tetap di Bakom namun tidak bekerja dengan baik,” ujarnya.
Fernando menambahkan, penting bagi Presiden Prabowo untuk mempertimbangkan sosok yang tepat memimpin Bakom agar komunikasi pemerintah kepada masyarakat dapat berjalan efektif dan diterima dengan baik.
(LS/nusantaraterkini.co).
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
HUKUM DAN KRIMINALKapolri Bentuk Tim Khusus Usut Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo, Kabareskrim Jadi Komandan
hendra·32 menit yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALDemi Judi Online, Karyawan Maskapai Penerbangan Diduga Nekat Gelapkan Uang Perusahaan Rp689 Juta
hendra·1 jam yang lalu -
NEWSDPD Perkuat Perjuangan Aspirasi Daerah melalui Legislasi, Pengawasan dan Dialog Publik
hendra·1 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALPerkelahian Berujung Maut, Cemburu dan Alkohol Picu Penembakan Pratu Ferischal
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALPratu Bintang Menangis di Persidangan, Baru Sadar Terdakwa Adalah Seniornya
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
NEWSKapolri Luncurkan I-GHAS 24/7, Perkuat Pengawasan Buronan Internasional di Perbatasan
hendra·2 jam yang lalu -
NEWS VIDEOHercules Rosario Sebut Penyadapan terhadap Presiden RI Masuk Tindakan Makar dan Pengkhianat Negara
2 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALTerdakwa Pengeroyokan Dituntut 2 Tahun, Ketua SPSI Tuding Jaksa Disuap
hendra·2 jam yang lalu -
NASIONALIsu Pengerahan 20 Ribu Prajurit ke Jakarta, Panglima TNI Ungkap 3 Level Siaga, Personel dan Alutsista Disiapkan
hendra·2 jam yang lalu -
NASIONALHercules: Penyadapan terhadap Presiden Adalah Tindakan Makar dan Pengkhianatan Negara
Rozie Winata·2 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan