Pengamat Kritik Prioritas MBG: Pemerintah Diminta Tak Abaikan Janji 19 Juta Lapangan Kerja
Pengamat Kritik Prioritas MBG: Pemerintah Diminta Tak Abaikan Janji 19 Juta Lapangan Kerja
Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Direktur Rumah Politik Indonesia (RPI), Fernando Emas, mengkritik prioritas kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai lebih berfokus pada pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dibandingkan upaya memperluas lapangan kerja.
Fernando berpendapat pemerintah seharusnya tetap berpegang pada komitmen politik untuk menciptakan 19 juta lapangan kerja. Menurutnya, program MBG tidak seharusnya dijalankan dengan mengesampingkan kebijakan yang mendorong pertumbuhan kesempatan kerja.
"Program MBG dan pembukaan lapangan kerja semestinya dapat berjalan secara bersamaan," kata Fernando Emas, Kamis (30/7/2026).
Ia menilai masyarakat yang memiliki pekerjaan dan pendapatan yang memadai pada akhirnya akan lebih mampu memenuhi kebutuhan gizi keluarganya secara mandiri, termasuk bagi anak-anak maupun ibu hamil. Oleh karena itu, penciptaan lapangan kerja dinilai menjadi salah satu solusi jangka panjang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, Fernando mengkritisi besarnya anggaran yang dialokasikan untuk program MBG. Menurut dia, pemerintah perlu memastikan program bantuan sosial tidak mengurangi fokus terhadap kebijakan yang mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi dan kesempatan kerja.
Fernando juga menanggapi pernyataan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, yang menyebut Program MBG lebih mendesak dibandingkan pembukaan lapangan kerja. Menurut Fernando, pembangunan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja seharusnya tetap menjadi agenda utama pemerintah, bersamaan dengan pelaksanaan program peningkatan gizi masyarakat.
Lebih lanjut, ia mendorong Bappenas untuk merumuskan kebijakan yang mampu meningkatkan iklim investasi sehingga dapat menarik lebih banyak investor dan membuka lapangan kerja baru.
Sebelumnya, potongan video pidato Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menjadi perhatian publik setelah pernyataannya mengenai prioritas Program Makan Bergizi Gratis dibandingkan pembukaan lapangan kerja beredar luas di media sosial. Video yang diunggah akun Instagram @reset pada Selasa (28/7/2026) tersebut memicu beragam tanggapan dari masyarakat.
(LS/Nusantaraterkini.co).
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWSAbdul Fickar Desak Dugaan Penyadapan Presiden Diusut Tuntas: Bongkar Aktor di Baliknya!
hendra·1 menit yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALKapolri Bentuk Tim Khusus Usut Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo, Kabareskrim Jadi Komandan
hendra·39 menit yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALDemi Judi Online, Karyawan Maskapai Penerbangan Diduga Nekat Gelapkan Uang Perusahaan Rp689 Juta
hendra·1 jam yang lalu -
NEWSDPD Perkuat Perjuangan Aspirasi Daerah melalui Legislasi, Pengawasan dan Dialog Publik
hendra·1 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALPerkelahian Berujung Maut, Cemburu dan Alkohol Picu Penembakan Pratu Ferischal
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALPratu Bintang Menangis di Persidangan, Baru Sadar Terdakwa Adalah Seniornya
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
NEWSKapolri Luncurkan I-GHAS 24/7, Perkuat Pengawasan Buronan Internasional di Perbatasan
hendra·2 jam yang lalu -
NEWS VIDEOHercules Rosario Sebut Penyadapan terhadap Presiden RI Masuk Tindakan Makar dan Pengkhianat Negara
2 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALTerdakwa Pengeroyokan Dituntut 2 Tahun, Ketua SPSI Tuding Jaksa Disuap
hendra·2 jam yang lalu -
NASIONALIsu Pengerahan 20 Ribu Prajurit ke Jakarta, Panglima TNI Ungkap 3 Level Siaga, Personel dan Alutsista Disiapkan
hendra·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan