Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Atasi Gunung Sampah 30 Meter, Pemko Medan Matangkan Proyek Energi Listrik di TPA Terjun

Editor:  Herman Saleh Harahap
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap, saat melakukan inspeksi mendadak ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Terjun, Medan Marelan, Kamis (5/2/2026).(foto:diskominfomedan)

Nusantaraterkini.coMEDAN-Pemerintah Kota Medan di bawah kepemimpinan Wali Kota Rico Waas dan Wakil Wali Kota H Zakiyuddin Harahap tengah menyiapkan langkah revolusioner untuk membedah karut-marut persoalan sampah di wilayahnya. Saat melakukan inspeksi mendadak ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Terjun, Medan Marelan, Kamis (5/2/2026), Zakiyuddin mendapati fakta lapangan yang mengkhawatirkan, tumpukan sampah kini telah membentuk gunung setinggi 30 meter. 

Merespons kondisi kritis tersebut, Pemko Medan bergerak cepat mematangkan rencana pembangunan pabrik pengelolaan sampah modern yang akan mengubah limbah menjadi sumber energi listrik.

Baca Juga : Mantan Jubir Covid-19 Kota Medan Ditunjuk jadi Direktur RSUD Pirngadi, Fokus Benahi SDM dan Layanan Obat

​Langkah strategis ini mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup. Dengan volume sampah yang mencapai 1.600 ton setiap harinya, kehadiran teknologi waste-to-energy dianggap sebagai solusi paling rasional untuk mereduksi beban TPA yang kian sesak. 

Baca Juga : Hidupkan Kembali Semangat Gotong Royong, Pemko Medan Perang Melawan Sampah di Bantaran Sungai Deli

Zakiyuddin mengungkapkan bahwa saat ini pemerintah tengah fokus mempersiapkan lahan seluas 6 hektare sebagai lokasi berdirinya pabrik tersebut. Ia berharap kolaborasi lintas sektor ini dapat secara signifikan memangkas timbulan sampah yang selama ini gagal terkelola secara manual.

​Namun, pembangunan infrastruktur megah tersebut tidak dianggap sebagai peluru kendali utama oleh Zakiyuddin. Ia menegaskan bahwa seberapa canggih pun mesin yang dibangun, persoalan sampah tidak akan pernah tuntas tanpa adanya transformasi perilaku di tingkat akar rumput. Baginya, teknologi hanyalah pendukung, sementara jantung dari solusi ini terletak pada kesadaran warga dalam memilah limbah sejak dari dapur masing-masing. 

Baca Juga : DLH Gelar Baksos Peringati HPSN di TPA Terjun, Husni: Pak Bobby Ingin Warga Selalu Sehat

"Negara maju pun tidak akan selesai masalah sampahnya kalau masyarakatnya tidak ikut berbenah," tegas pria yang akrab disapa Zaki tersebut.

Baca Juga : Masih Menjadi Langganan Banjir, Pemko Medan Diminta Siapkan Penanganan Menyeluruh

​Melalui peninjauan ini, Pemko Medan sekaligus mengirimkan sinyal edukasi kepada publik agar tidak lagi memandang remeh kebiasaan membuang sampah pada tempatnya. Rencana pembangunan pabrik ini menjadi momentum bagi warga Medan untuk mulai membudayakan pemilahan sampah organik dan anorganik. 

Dengan sinergi antara teknologi modern dari pusat dan partisipasi aktif masyarakat lokal, Medan diharapkan mampu beralih dari krisis sampah menuju kota yang lebih hijau dan mandiri energi di masa depan.

(Emn/Nusantaraterkini.co)