Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Ekspor Sumut September 2026 Melonjak, Neraca Perdagangan Surplus ​

Ekspor Sumut September 2026 mencapai US$1,45 miliar, sementara neraca perdagangan mencatat surplus US$935,37 juta.

Bagikan:
Kepala BPS Sumut Asim Saputra menyebutkan  perdagangan luar negeri Provinsi Sumatera Utara mencatatkan kinerja positif sepanjang September 2026.(foto: istimewa)
Kepala BPS Sumut Asim Saputra menyebutkan perdagangan luar negeri Provinsi Sumatera Utara mencatatkan kinerja positif sepanjang September 2026.(foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, MEDAN — Perdagangan luar negeri Provinsi Sumatera Utara mencatatkan kinerja positif sepanjang September 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara mencatat nilai ekspor daerah ini menembus US$ 1.449,87 juta atau setara Rp22,8 triliun. Capaian tersebut melonjak drastis hingga 36,99 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 

​Lonjakan kinerja ekspor yang signifikan ini didorong oleh kuatnya permintaan komoditas unggulan daerah di pasar global. Pada saat yang sama, kinerja impor terkendali sehingga membukukan surplus yang tergolong tebal. 

​Kepala BPS Provinsi Sumatera Utara, , menjelaskan, peningkatan nilai pengiriman barang ke luar negeri didominasi sektor manufaktur dan komoditas olahan. "Sektor Industri mengalami peningkatan sebesar US$ 1.305,19 juta atau 15,08 persen jika dibandingkan periode Januari-September tahun lalu," ujar Asim dalam Berita Resmi Statistik BPS Sumut dikutip Selasa (3/11/2026).

​Ia menambahkan, sektor industri manufaktur memegang peranan vital dalam struktur perdagangan luar negeri daerah. 

"Kontribusi nilai ekspor sektor industri terhadap total nilai ekspor Sumatera Utara selama Januari hingga September 2026 mencapai 93,78 persen," tuturnya. 

Komoditas Ekspor

​Berdasarkan data BPS, golongan barang lemak dan minyak hewan atau nabati, termasuk produk olahan kelapa sawit, menjadi penyumbang lonjakan ekspor terbesar. Nilai pengapalan komoditas ini naik sebesar US$ 382,29 juta atau tumbuh 9,73 persen. Pertumbuhan positif juga disumbangkan oleh produk kimia yang menguat hingga 22,39 persen. 

​Dari segi pasar tujuan, Tiongkok masih mengukuhkan posisinya sebagai mitra dagang terbesar Sumatera Utara dengan nilai ekspor mencapai US$ 1.908,90 juta sepanjang Januari-September 2026. 

"Posisi kedua ditempati oleh Amerika Serikat sebesar US$ 1.401,64 juta dan disusul India dengan nilai US$ 847,37 juta," papar Asim.

Impor Naik Tipis

​Sementara itu, nilai impor Sumatera Utara pada September 2026 tercatat sebesar US$ 514,50 juta. Angka impor ini hanya naik tipis 4,28 persen secara tahunan (year-on-year). Mayoritas barang masuk merupakan bahan baku dan penolong industri yang mencapai porsi 80,55 persen dari total impor. 

​Kombinasi melonjaknya ekspor dan terkendalinya impor membuat luar negeri Sumatera Utara pada September 2026 mencetak surplus sebesar US$ 935,37 juta. Angka surplus ini melonjak hingga 65,54 persen jika dibandingkan surplus periode September 2025 yang tercatat sebesar US$ 565,02 juta. 

"Surplus terbesar disumbang dari perdagangan dengan Amerika Serikat sebesar US$ 1.141,75 juta," sebut Asim.

(Emn/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait