Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Gubernur Bobby Nasution Dorong Pengembangan Industri Turunan dan Aktivasi Laboratorium Karantina Sumut

Bobby Nasution mendorong hilirisasi komoditas Sumut dan aktivasi laboratorium karantina untuk memperkuat ekspor serta meningkatkan nilai tambah.

Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution, menerima audiensi Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumut, Prayatno Ginting, di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Senin (7/9/2026).(foto: diskominfo sumut)
Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution, menerima audiensi Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumut, Prayatno Ginting, di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Senin (7/9/2026).(foto: diskominfo sumut)
A A

Nusantaraterkini.co – Pemerintah Provinsi mendorong percepatan dan pengembangan bernilai ekonomi tinggi. Langkah ini dilakukan dengan menggenjot produksi , menjaga , serta mengoptimalkan pemanfaatan demi memperluas jangkauan pasar internasional.

​Arah kebijakan tersebut disampaikan , Muhammad Bobby Afif Nasution, saat menerima audiensi Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumut, , di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Senin (7/9/2026).

​Bobby menilai, melimpahnya potensi pangan dan hasil bumi Sumut harus diimbangi dengan strategi (value added) agar berdampak langsung pada kesejahteraan para dan .

​"Jadi, pengembangan komoditas harus diarahkan agar memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi. Sehingga memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat. Begitu juga dengan pemanfaatan yang ada," ujar Bobby.

​Gubernur menyoroti salah satu tantangan di daerah, seperti , di mana kendala utama bukan berada pada ketersediaan pasar, melainkan pada kapasitas dan konsistensi jumlah produksi yang belum memenuhi kuota permintaan.

​"Banyak yang berpotensi, seperti di . Di sana belum ketemu pasar yang sesuai. Namun masalahnya bukan pasarnya, tetapi jumlah produksi yang belum memenuhi kebutuhan pasar," jelas Bobby.

​Guna menembus , siap berintervensi bersama instansi teknis melalui penetapan target tahunan .

​"Setelah komoditas itu sesuai kebutuhan pasar, pemerintah dan pihak terkait pun perlu mengintervensi. Jadi harus ada kolaborasi bersama, seperti penetapan target tahunan komoditas apa yang perlu kita capai," jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bobby juga merespons permintaan Balai Karantina terkait laboratorium. Bobby berjanji akan meninjau kondisi fasilitas di Sumut agar dapat segera dioperasikan kembali untuk memangkas biaya dan waktu uji sampel ekspor.

​"Makanya program dan anggaran pemerintah harus menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat. Karenanya kami juga ingin menjalin kerja sama untuk meneliti dan mengembangkan komoditas yang berpotensi untuk bisa diekspor," pungkasnya.

​Dalam kesempatan tersebut, Kepala , Prayatno Ginting, mengungkapkan, ekspor komoditas unggulan Sumut seperti , , dan telah menyumbang nilai fantastis mencapai Rp8,1 triliun, di samping potensi baru seperti dan rencana pengiriman ke Tiongkok. Namun, hama masih terkendala biaya pengiriman luar daerah.

​"Saat ini kendala kita, untuk sampel masih harus dikirim ke laboratorium di Jakarta dan Surabaya. Biayanya cukup besar. Kami berharap (laboratorium) yang ada di sini bisa dibuka kembali," ungkapnya.

(Emn/)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait