Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Duka Selimuti Kediaman Siswa Tangerang yang Gugur Usai Ikut Demo di Jakarta

Editor:  hendra
Reporter: Hendra Mulya
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
ALF, pelajar SMK yang kehilangan nyawanya, pada Kamis (28/8/2025). (Foto: Dok. kumparan)

nusantaraterkini.co, TANGERANG Kesedihan mendalam menyelimuti keluarga besar ALF, siswa kelas XI salah satu SMK di Tangerang. Remaja 16 tahun itu menghembuskan napas terakhir setelah mengalami luka parah di bagian kepala, buntut dari kericuhan aksi demonstrasi di Jakarta pada Kamis (28/8/2025) lalu.

Hingga Selasa (2/9/2025), rumah duka yang berada di Perumahan Puri Bidara, Pasir Nangka, Kecamatan Tigaraksa, masih dipenuhi pelayat. Warga sekitar, kerabat dekat, hingga sejumlah pejabat pemerintah, anggota legislatif, dan aparat kepolisian bergantian datang memberikan belasungkawa.

Sugiono, Ketua RT setempat, menuturkan bahwa ALF sempat berpamitan sebelum berangkat ke Jakarta. Namun, keluarga tidak mengetahui pasti tujuan sang anak.

Baca Juga : Perayaan Natal Keluarga Besar Polres Sergai Penuh Sukacita

“Dia sempat izin mau pergi. Tapi tidak bilang detailnya mau ke mana,” kata Sugiono.

Sehari setelah keberangkatan, keluarga dibuat cemas karena ALF tak kunjung pulang. Pencarian akhirnya membuahkan kabar mengejutkan. Sang kakak menemukan informasi di media sosial tentang seorang pelajar tanpa identitas yang tengah dirawat kritis di sebuah rumah sakit di Jakarta. Setelah dicek langsung, ternyata benar, pasien itu adalah ALF.

“Kondisinya sudah koma karena luka berat di kepala. Sejak itu keluarga hanya bisa menunggu dengan penuh harap. Namun, pada Sabtu pagi, takdir berkata lain. ALF meninggal dunia,” tutur Sugiono dengan mata berkaca-kaca.

Baca Juga : Banyak Truk Tronton Makan Korban di Jalur Pantura Pekalongan, Warga Minta Tindakan

Meski dilanda duka, pihak keluarga memilih untuk tidak membawa kasus ini ke jalur hukum. Mereka menganggap kejadian itu sebagai cobaan yang harus diterima dengan ikhlas.

“Keluarga sepakat ini musibah. Tidak akan diperpanjang. Kami hanya berharap tidak ada lagi nyawa yang melayang saat anak-anak muda menyampaikan aspirasinya,” ujarnya.

(Dra/nusantaraterkini.co).

Baca Juga : MBG Disambut Meriah Ratusan Siswa SMPN 6 Pemalang