Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Dugaan Gudang Penimbunan Solar Ilegal Beroperasi di Medan, Warga Sebut Ada 'Bekingan' Oknum Aparat

Praktik dugaan penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar terendus beroperasi secara senyap di Kota Medan.

Diduga lokasi gudang penimbunan solar ilegal beroperasi di sekitar kawasan Jl. Bringin Raya, Pasar 10 Desa Helvetia, Senin (20/07/2026) (Foto: Dewi/ nusantaraterkini.co)
Diduga lokasi gudang penimbunan solar ilegal beroperasi di sekitar kawasan Jl. Bringin Raya, Pasar 10 Desa Helvetia, Senin (20/07/2026) (Foto: Dewi/ nusantaraterkini.co)
A A

Nusantaraterkini.co, MEDAN – Praktik dugaan penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar terendus beroperasi secara senyap di Kota Medan. Sebuah gudang tertutup yang berlokasi di sekitar kawasan Jalan Bringin Raya, Pasar 10, Desa Helvetia, disinyalir menjadi titik kumpul penampungan solar berskala besar.

Kasus ini mulai menjadi buah bibir setelah informasi mengenai aktivitas mencurigakan tersebut beredar luas dan viral di platform media sosial seperti TikTok dan Facebook. Berdasarkan hasil penelusuran lapangan dan wawancara pada Senin (20/7/2026), aktivitas gudang yang belum genap setahun beroperasi ini rupanya sudah menjadi rahasia umum bagi warga setempat

Menariknya, tersebut tidak diangkut menggunakan truk tangki resmi, melainkan menggunakan kendaraan bak terbuka atau mobil pikap modifikasi. 

"Kalau sore baru ramai. Mobil pikap yang membawa minyak dari Aceh dan Tanjungpura masuk ke mari. Dalam seharinya, bisa sepuluh mobil lebih yang masuk," ujar Anton.

Meski berada di tengah permukiman, pengelola gudang bersikap sangat tertutup terhadap warga sekitar. Para pekerja di dalam gudang seluruhnya merupakan tenaga kerja yang didatangkan dari luar daerah, tepatnya dari kawasan Belawan.

Berdasarkan informasi yang beredar di masyarakat, gudang tersebut dikelola oleh seorang warga berinisial AN. Namun, kelancaran aktivitas penampungan solar ini santer diisukan mendapat pengawasan dan perlindungan dari oknum aparat.

Di sisi lain, warga setempat memilih untuk tidak mempermasalahkan keberadaan gudang tersebut. Hal ini dikarenakan aktivitas penampungan solar dinilai tidak menimbulkan bau tak sedap maupun pencemaran lingkungan layaknya minyak residu. Selain itu, pengelola gudang diketahui aktif melakukan pendekatan sosial untuk merangkul masyarakat sekitar.

Sampai saat ini, tim akan terus memantau kegiatan di pabrik tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, tim terus berusaha mengkonfirmasi pengelola gudang guna memastikan isu tersebut. Namun sampai sekarang, pengelola belum dapat ditemui.

(Cw3/nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait